GOD'S PACE, GOD'S GRACE (part One)

Once upon a time….
Tersebutlah seorang localist – let’s call him Judas –  seorang putra daerah yg konon terbeban u/ memajukan daerah asalnya melalui jalur pendidikan. Dia mengajukan ide pembangunan sekolah tersebut ke institusi tempat dia menuntut ilmu & setelah penggodokan beberapa waktu lamanya, diputuskan untuk mengirim tim u/ menjajaki kemungkinan tersebut. Awalnya tim kami berjumlah 6 orang, namun karena masalah kesehatan, akhirnya 4 orang yang berangkat. Judas, Anomali, Tabasco, and me. A preliminary survey team.
Perjalanannya memakan waktu 10 hari (18-28 Mei 2010). Daerah tujuannya adalah Kecamatan Ketungau Hulu, Kab.Sintang, Prov.Kalimantan Barat.

(Peta milik dayakblogs.blogspot.com)


Walaupun g pernah 23 bulan di West Borneo, Sintang adalah suatu daerah yang belum pernah g kunjungi. So, it was brand new for me. And also for Anomali & Tabasco. Anomali uda pernah ke Kalsel, tp br kali ini ke Kalbar dan Tabasco cuma pernah stay 3 mg di Kab. Bengkayang. So basically, we relied upon information & travel plan set up by Mr. Judas. But actually, no one in this team really knows Mr. Judas. The impression I got from our meetings in Bandung was he had talent in ‘mouth’ section. Dia mempromosikan 1 daerah dibanding 3 alternatif lain, yang konon ‘mudah dijangkau – hanya 2 jam naik sepeda motor’. Dia bilang ‘semuanya beres, sudah diatur’ dan ‘semuanya disana kenalan dan saudara saya, jadi gampanglah, bisa diatur’.  ‘Tidak perlu kuatir, semuanya sudah beres’.

abcs