Lahir sebagai generasi non
internet dan berkenalan dengan HP & internet saat beranjak dewasa has its
own perks and sorrows. Perks-nya tentu saja karena bisa menikmati kemudahan
berkomunikasi dengan belahan dunia lain dalam sekejap (t.u dalam 3 tahun
terakhir) dan kemudahan mencari informasi apapun yang dibutuhkan lewat gadget
in the palm of my hands. Pilihan, alternatif, informasi tersedia dalam jumlah
yang luar biasa banyak dan beraneka ragam. Perubahan juga (rasanya) terjadi
dalam hitungan detik, bukan lagi hari. Dunia seakan mengecil. Semua lebih mudah
dijangkau.
Sorrows-nya adalah seringkali banyak
terdistraksi dengan berjubelnya pilihan yang tersedia dalam dunia ini. Misalnya
saja untuk makan siang. Makanan Asia/Eropa/Afrika, di tempat baru yang itu/tempat
lama, pake rute biasa/ikut rute G-maps, pergi sendiri/bareng temen, dalam
rangka kumpul sosial/makan berdua saja. Walo semuanya lebih cepat dan lebih
mudah, di sisi lain rasanya lbh complicated dan njelimet. Meleng dikit aja, (rasanya)
dunia sudah berubah lagi. Duduk nonton TV aja kadang2 susah untuk konsentrasi
karena smartphone bunyi terus dari tadi. Alhasil nonton acara sambil ngobrol via
WA dengan 2-3 orang, ditambah cari info di Google untuk menjawab pertanyaan
teman dan untuk klarifikasi acara TV yang baru ditonton.
Pendek kata, media elektronik,
media komunikasi, dan media sosial menawarkan begitu banyak hal yang berusaha
menyita perhatian kita (dan kemudian kantong kita). Menjalani hidup yang
terfokus menjadi tantangan tersendiri.
Ì