Click HERE to see Part ONE
D#2 (Thursday, May 23nd)
Mobil Avanza hitam melaju dengan
kecepatan sedang di jalan menuju Lembang, Bdg Utara. Lalu lintas lengang karena
kami berangkat sekitar 06.15an dari hotel. Tidak lama kami sudah tiba di daerah
Cikole, dengan pohon2 besar tinggi menjulang di kiri kanan jalan. Udara pagi
terasa dingin namun segar. Jam 06.50an kami sudah mengantri masuk di depan
portal Gn. Tangkuban Parahu, bersama sekitar 5 mobil lainnya, kebanyakan dari
luar kota. Portal dibuka jam 7. Sambil menunggu, ke-4 temanku makan pagi di
mobil dengan sarapan yang sudah di-pack o/ petugas hotel (how nice).
Begitu portal dibuka, mobil kami adalah
yg pertama meluncur masuk (rajinnyaaa). Gn. Tangkuban Perahu sendiri berasal
dari legenda masyarakat Jawa Barat dimana tokoh utamanya, Sangkuriang menendang
perahu hingga terbalik dan voila! Terbentuk sebuah gunung =)) Ada 3 kawah utama di Gn. Tangkuban Parahu :
yang tertinggi dan terbesar adalah Kawah Ratu, di tengahnya Kawah Upas, dan
lebih dibawah Kawah Domas. Kami langsung naik ke Kawah Ratu alias The Queen’s
Crater.
Udaranya duingggiiin banget dan
anginnya super kenceeengg (pegangan! Pegangan!). Syukur pake jaket ;D Mungkin
sekitar 16 drjt celcius. Untuk org Bdg sih tertahankan kok, gak smp menggigil,
cm dingiiiiin aja. Tapi buat org Sing yg udaranya relatif lbh panas, itu duingiiinn
banget (mrk smp sibuk menghangatkan diri).
Ada 3 tempat yang OK untuk menikmati
pemandangan. Pertama tepat disamping pagar pembatas kawah Ratu.
