Semuanya
berawal dari WA message bln Maret lalu.
Seorang
teman dr Sing, RK, bilang dia mo liburan ke Jkt pada bulan Mei. Ia akan
mengunjungi temennya, org Indo yg sekola dan gawe di Sing. Mumpung ke Jkt,
sekalian mampir ke Bdg. Awalnya dia blg cm mau “pop by and say hi to u or
lunch/dinner together” – kedengaran sangat simple bukan? ^^ Tapi waktu akhirnya
dia menetapkan tgl kedatangan di bln April, dia bilang dia akan datang bersama
3 temannya (temen2 cell groupnya). Tiba2 aja ada banyak PR yg harus dikerjakan
: rekomendasiin hotel, bikin usulan travel plan, mikirin transportasi, tmsk search
tempat2 makan yg kira2nya gak bikin mencret (ingat, perut orang Indo adalah
salah satu yg most resilient, tp perut orang Sing tidak demikian hehehehe)
*mengingat-ingat para turis Asia yg masuk RS karena muntah dan mencret di
Bandung.
Awal
Mei, dia tanya ttg volcano yg bisa dikunjungi di Bandung. Hmm, cm Gn.Tangkuban
Perahu dong yang ada. Tp sepanjang yang aku tahu, itu masih siaga bencana
karena gempa vulkanik di Agustus 2012 dan sepanjang akhir Februari hingga Maret 2013 saja, gunung tersebut telah
meletus hingga lima kali (phew!).
Nampak tidak safe >.<” Akhirnya kuusulkan untuk melihat bekas gunung,
yaitu Kawah Putih. Di deket situ kan bs wisata kebun teh, pemandian air panas,
makan makanan Sunda dan lihat kebun strawberry (semua ini aye dapatkan via
internet! ^^” Dan juga karena info dr my brou). Aku udah pernah juga kesana,
tapi bareng temen2 koass dan gak tau jalan. Maka kami sepakat sewa driver dan
mobil untuk pergi kesana. Selain itu kami sepakat juga untuk menonton
pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo (SAU), wiskul (wisata kuliner), “kunjungan”
ke FO + tempat jajanan/oleh2, dan puter2 di sekitar Asia Afrika dan Braga juga
udah termasuk daftar kegiatan.
Next
item, masalah lodging. Semua hotel yg aku rekomendasiin terletak di Jl.
Pasirkaliki, Otten, Pasteur, dan sekitarnya. Kupikir biar deket sama rute
shuttle service. Biar gak pusing klo mrk mo dianter ke Cipaganti/XTrans.
Syukurnya mereka pilih yg di Otten dan semua bookingnya mereka lakukan via
internet. Aku gak harus dateng kesitu sama sekali. Satu urusan lagi selesai.
Yang
gak selesai2 itu masalah transportasi. Aneh, padahal kan gampang banget.
Tinggal naek shuttle langsung dari bandara ke Jl.Pasteur, ntr naek taxi Blue
Bird/Cipaganti ke Jl. Otten (dan itu deket banget). Ntr pas mereka mo balik ke
Jkt, ya tinggal naik shuttle XTrans lagi ke area Serpong. Sangat, sangat
gampang dan nyaman.
Rencananya
mereka nyampe di Jkt pagi. Awalnya si org Jkt itu blg suruh naek bus ke Serpong
bus station (where is that??), lalu dia akan jemput, kemudian dibantu beli
tiket bus ke Bdg (whuaatttt?? Kapan mo nyampenya??). Susah amat.... Lagian klo
hr Rabu sore mo nonton pertunjukan bambu petang di SAU, ga kan keburu lah.
Akhirnya dengan susah payah mau juga pake shuttle langsung dari bandara.
Tapi
kayaknya mereka tuh masih berpikir bahwa mode transportasi di Indo sama kayak
di Sing – yang punya kereta (MRT) dan bus yang nyaman, aman, tepat waktu and
very very reliable (bahkan wkt kedatangannya saja bs diprediksi brp belas menit
lagi). Yeah right.... ~.~””
Jadi di hari terakhir sebelum kedatangan
mereka, RK bertanya, bukankah ada kereta api dari Jkt ke Bdg? Lebih murah kan? ^^”””
Aku mengibarkan bendera putih. Terserah dah. Kumaha situ. Semua pertanyaan
mereka ttg kereta api aku akomodasi dengan baik, termasuk gimana ke Gambirnya
dan turun di mana (di stasiun Bandung tentunya, tinggal naik taxi ke hotel,
deket kok). Itupun masih nanya, bs gak jalan kaki dari stasiun KA ke hotel
karena dekat (jwbnnya : bisa, asal tahu jalan hehehe). Pokoke aku udah gak
melawan lagi. Aku doakan saja supaya gak macet dari bandara ke Gambir, gak
telat naik KA, KA gak telat berangkat, dan tiba dengan selamat + cepat di
Bandung, spy bs menonton angklung (Amen to that!)(Bring us miracle, pls!)
Sekalian
aja aku cariin BUS untuk mereka pulang ke Jkt. Kan ceritanya pengen mode
transportasi Indo yg “mirip” Sing dan murmer. Terimakasih pada seorang blogger,
aku dapetin nama bus dan rute perjalanan bus tsb dr Bdg ke Jkt lalu Serpong.
Keren bgt! Soale mana pernah aku naik bus ke Jkt? Naik shuttle aja, memang lebih
mahal tp gak ribet dan lebih mendekati tujuan. Jadi aku tulis rute &
pertanyaan dlm bhs Indo u/ diforward ke tmn Jkt-nya, panjang lebar dan lengkap
dgn nomer telepon dan harga tiket (cm 50.000 cuy & konon berangkat tiap
jam).
Balasannya?
“Temanku
bilang, Bisakah ambil travel Xtrans aja dari Cihampelas? Memang harganya dobel
tapi setidaknya itu aman.”
Asli
aku ngakak se-ngakak2-nya. Finally, some sense here! ;D wkwkwkwkwkwkwkwk......
Langsung
ta booking-in hari itu juga untuk Jumat sore. Itupun dapet yg jam 17.00 karena
yg jam 16.00 cuma untuk 3 org. Maklum, long weekend. Org2 Jkt pada balik Jumat
sore untuk menyambut libur Sabtu.
Lalu pergilah daku jaga malam (2nd
night call) dengan tenang....
D#1 (Wednesday, May 22nd)
Sebenernya,
aku sama sekali belum pernah ketemu anak ini ;P
Klo
kalian baca postinganku thn lalu (Constellation of Se7en part II), nah RK ini yg membantu
mengorganisasi kepergian kami bertujuh ke CM di bulan November 2012. Temen2
Sing-ku udah ketemu dia sblmnya. Bahkan dia tuh adik cell groupnya MH, a
dietician yg ikut grup kami ke CM. Cm aku yg belum pernah ketemu krn saat kami
brkt ke CM, dia tidak bs ikut mengantar ke bandara karena lagi ujian. Jadi
satu2nya cara untuk mengenali dia adalah dengan melihat foto2 dia yg bertebaran
di FB. Haha...thx to technology!
RK
baru aja balik dari CM pertengahan April lalu setelah membantu akuntansi di OMF
selama 3 bln. Dia juga membantu “menjaga gawang” selama Aunty F balik ke Sing
u/ urusan keluarga dan ikut dlm tim medical mission bulanan u/ melayani orang2
Shan. Mnr dia, dibanding saat kedatangan reguler dia tiap musim liburan kuliah
slm 4 thn terakhir, kali ini banyak pengalaman baru yg dia pelajari.
Selesai
jaga, aku langsung pulang ke rumah dan bayar tidur dulu sebentar. Tepar juga
soale @.@ Belum ada kabar dari mereka. Artinya belum beli nomer Indo ato belum
ketemu wi-fi. Aku ngecek perkiraan kedatangan KA, sekitar jam 14. Kami janjian
untuk bertemu di hotel saja.
Waktu sedang menyetir ke arah hotel,
sekitar jam 14-an, ada SMS masuk diikuti telepon. Langsung ku-reject soale lg
kagok. Emang susah pk touch screen. Lbh enak pake tombol keyboard. Bs SMSan sambil
nyetir tnp hrs lihat layar =) But still it’s dangerous. So keep ur phone away
when u’re driving.
“Hai C. Kami sedang di shuttle
Xtrans. Sudah sampai Bandung tapi kena macet.”
Aku ketawa lagi ;D
Akhirnyaaaaa...pake Xtrans juga! Apa kabar sama rencana mrk pk KA?? Sambil
penasaran, aku parkir mobil di hotel mereka trs masuk ke lobby.
“OK kita ketemu di hotel ya.”
Selesai aku kirim message, terdengar
suara2 dari belakangku.
There
they are. RK and her 3 friends. 1 girl and 2 boys (What? 2 boys?). Dan mereka
semua terlihat seperti grup petualang backpacker-an. Rontok deh rencana2 tour
dalam kotanya. Emang salahku sih, aku gak tanya yg dateng cewek ato cowok.
Dengan naifnya aku pikir semua cewek wkwkwkwk dan bukan tipe petualang.
Seharusnya aku uda curiga waktu mereka minta naik gunung dan atau hiking ~.~””
Dan mereka berhasil mencapai hotel
dgn jalan kaki dari Bale Xtrans di Cihampelas bawah, berbekal secarik kertas yg
digambari peta jalan dan nomer Indo yg dikasih gratististis. Way to go, guys!
Sesudah beres2 sebentar, mereka siap
berangkat ke SAU. Syukurlah mereka mendengarkan saranku untuk datang ke Bdg di
hari KERJA. Karena gak kuat deh klo lagi weekend (apalagi long weekend macam
minggu ini dimana hr Sabtunya lbr Waisak). Kami gak sempat berhenti untuk makan
siang lagi karena waktunya udah mepet. Syukur aku beli Mayasari bolen yang
langsung mereka makan, lumayan buat ngeganjel ^^ (so sorry guys). Perjalanan ke
SAU cukup lancar walo sempat kena hujaaaan besar sebentar. Tempatnya juga mudah
ditemukan.
Pertunjukan Bambu Petang sore itu
penuh. Berbagai wisatawan domestik (Bdg, Jkt, Bali, etc.) dan mancanegara
(Belanda, Jerman, Thailand, etc.) duduk dengan antusias menonton pertunjukan. Ada
2 MC, cewek dan cowok berpakaian khas Sunda yang memandu acara dari awal sampe
akhir, diselingi pelajaran angklung dari Kang Yayan Udjo, salah satu putra Mang
Udjo, pendiri SAU. Penutup acaranya adalah menari bersama anak2 (murid SAU)
diiringi lagu2 tradisional Sunda dan Indonesia.
| @SAU |
| @SAU |
| @SAU |
Pertunjukan
pertama adalah demonstrasi wayang golek. Aslinya kan min.7 jam-an, biasa sampe
semalam suntuk. Ini cuma demo doang. Ada Rahwana, Rama, dan tentunya....Cepot
=)) Acara kedua adalah helaran. Helaran dimainkan untuk mengiringi upacara
khitanan maupun panen padi. My Sing friends cukup terkejut waktu aku blg ini
buat upacara post sirkumsisi ;D Anak laki2 yg udah disunat pake sarung dan
diarak keliling kampung sambil dirayain. Banyak anak2 yg merupakan murid2 di
SAU yang ikut mengisi acara. Baik sebagai figuran, pemain angklung, penari,
bahkan untuk peragaan pencak silat. Murid2 yang lebih besar (para remaja)
memainkan arumba (alunan rumpun bambu) yg berkolaborasi dengan alat musik
modern spt gitar listrik, bass, dan drum.
Segmen
yang menarik bagi para pengunjung adl saat belajar angklung bsm Kang Yayan
Udjo. Masing2 orang dipinjamkan 1 angklung diatonis (angklung Pak Daeng – do-re-mi-fa-so-la-ti-do,
sementara angklung asli Sunda bernada pentatonis – da-mi-na-ti-la-da). Lalu
kami memperhatikan instruksi dari beliau via bhs isyarat. Selama bs
mengidentifikasi bhs isyarat yg ditunjukkan, main angklungnya pasti lancar dan
lagunya juga lancar dimainkan ^^ hehehehe. Lagu2 yang dimainkan byknya lagu
Barat lawas supaya cukup familiar bagi para penonton. And it was fun karena
menuntut partisipasi aktif dari semua orang =)
Nah,
yang lebih inovatif lagi adalah angklung orchestra. Angklung2 diatonis berbagai
nada dijejerkan dalam 1 set dan difiksasi sedemikian rupa sehingga bisa
dibunyikan dengan 1 tangan saja. Kemudian sekelompok remaja (terlatih tentunya)
menempatkan diri mereka di belakang set2 yang berbeda tsb dan menunggu arahan
conductor. Mereka memainkan karya klasik dengan pendekatan yang fresh dan
sangat menarik ;D Love it so much!! (never knew that playing angklung could be
cooler than playing electric guitar wkwkwkwkwk)
Berikut
cuplikan videonya.
There
was a strong emotional feeling inside me saat menyaksikan pertunjukan di SAU.
Semua lagu tradisional dan kesenian tradisional yang kukenal di masa kecilku
coming back to me at that moment. Nostalgila abis dan sangat, sangat enjoyable.
I love it so much! Sebagai warga tatar Sunda, sudah seharusnya kita ikut melestarikan
budaya bangsa. Belajar bicara bhs Sunda yang lemes, belajar
lagu2-instrumen-tarian-bahkan pencak silatnya, ikut mempromosikan
kebudayaannya, dan jangan lupa ikut melestarikannya. Pantesan dulu kami disuruh
bljr lagu2 daerah & bljr bhs Sunda, lalu di SMP disuruh milih ikut mulok
(muatan lokal) nari ato pencak silat, dan ada ekskul gamelan Sunda ;D How
precious!!
SAU
juga membuat banyak souvenir dari bambu yang bagus, unik, dan lucu. Ruang
display-nya tepat di sebelah ruang pertunjukan. Tempat yg tepat untuk beli
oleh2 set angklung atau wayang2an, atau sekedar souvenir angklung2 mini untuk
magnet kulkas/gantungan kunci.
Selesai
pertunjukan kami makan di Mak Uneh sebelah RS bersalin tea. RK udah gak sabar
mo nyobain makanan Indo (sejak WA-nya April lalu). Tempatnya sederhana banget
tp ayam gorengnya enak banget! Kalahlah fried chicken amrik mah. Ayam goreng
bumbu kuning emang T.O.P. Mereka juga nyoba berbagai pepes (pais) - pais tahu,
pais jamur, pais oncom (pais jamurnya enak!). Dari Mak Uneh, lanjut ke martabak
San Fransisco. G rekomendasiin yg asinnya. Awalnya mereka mo beli 2 porsi tp
lsg g stop, beli satu dulu aja ya, klo msh lapar kita beli lagi. Mereka dengan
antusias menonton mas-nya bikin martabak asin ^^ dan begitu jadi, mata mereka terbelalak.
“Banyak ya...,” demikian komentarnya. Semua makan kenyang dan senang.
| @SF martabak, Paskal bwh |
Pulang ke hotel, kami mendiskusikan
rencana untuk besok. Setelah makan siang, mereka ingin melihat Museum Geologi
karena itu tutup hari Jumat. Lalu belanja ke FO dan wiskul. Jalan2 ke Asia
Afrika dan sekitarnya ditunda untuk hari Jumat pagi karena aku pikir klo sore
kurang kondusif untuk jalan kaki, lagian seringkali ujan.
Anyway, rasanya surreal melihat RK
di my hometown. Never thought we gonna meet this fast. Yang biasa ku-contact
via email dan WA sekarang muncul di hadapan =)
Tapi
makin surreal waktu salah satu dari mereka bertanya ke petugas hotel, Gn. Tangkuban Perahu udah dibuka lagi apa belum. Mas-nya bilang, sudah kok (wew). Bbrp hari
lalu ada tamu hotel yang pergi kesana (wew..wew). Speechless deh. Itu artinya,
semua rencana untuk ke Kawah Putih dan area Bdg Selatan besok...hangus. Bakar
kertasnya. Lupakan saja. Ganti baru!
Karena besok, kami ke Gn. Tangkuban Perahu....
[[to be continued]]
*Photo album : "From North to South" @FB
*Video album : sbnrnya ada 1 lagi video SAU yg bagus bgt, klo mau write a comment here & I'll send it via email (too big for blog)
*Video album : sbnrnya ada 1 lagi video SAU yg bagus bgt, klo mau write a comment here & I'll send it via email (too big for blog)
*Links to
explore :

Post a Comment
What do you think? ^^