Many things had happened since I last wrote to you guys.
From early March until 2nd week of May, we were so occupied by 10th MMC. Di dalam rangkaian training MMC
itu diselipkan begitu banyak training dan 1x retreat. Lalu sibuk jalan2 ke
Ponti hahaha (long weekend) on early May. On April, my family came to visit me!
(yaaayy!!) Dan minggu lalu saat ada another long weekend, I went to a mission
trip with a church from Jakarta to the border (Balai Karangan). Not to mention,
aku sedang rotasi 3 bulan di Bedah which demands so many times & efforts
(semangat!). But also very interesting, even more interesting than last year ;D
OK, let’s start with recap from MMC X, shall we?
Ì
MMC (Medical Mission Course) yang
digagas oleh PMdN (Perkantas Medis Nasional) sudah memasuki tahun ke-10. Aku
berkesempatan ikut MMC III, long long time ago =)) *well, not that long lah.
Tujuannya masih sama, untuk memperlengkapi secara medis dan rohani para dokter
yang akan pergi PTT/memiliki hati untuk melayani di daerah2 terpencil di
Indonesia. Tetapi ruang lingkupnya sudah diperluas ke dokter gigi. Bahkan tahun
ini diujicobakan ada perawat juga (yang di akhir program terbukti terlalu
prematur untuk di-launching)(bener2 trial doang).
Ada 3 dokter
umum, 2 dokter gigi, dan 1 perawat yang mengikuti program MMC X ini. 1 mgg di
OMF Jakarta dan 9 minggu di Kalimantan Barat. Mostly di Serukam, diselingi
retreat dan 2x live-in di Nanga Baram dan Siding. Dibanding saat aku MMC dulu,
program MMC semakin lama memang semakin sophisticated. Sulit untuk di-manage
oleh segelintir orang, apalagi hanya oleh 1 orang. Tapi sisi positifnya
adalah pembekalan yang didapatkan jauh
lebih kaya dibanding dulu2.