CASSETTES

CASSETTES
15-01-15

Going through my old cassette collection. Something that I had collected since junior high school.  Sebagian mulai berjamur karena jarang diputar lagi (eeerrrmmm...sudah berapa tahun ya tidak dipasang lagi di tape?? Wkwkwk). Sebagian masih dalam kondisi yang prima.  Sebagian sudah pernah disortir, sebagian masih dibiarkan dalam kondisi asli.

Kecintaan terhadap musik sudah ada sejak aku masih kecil.  Sepertinya banyak dipengaruhi keluargaku yang mostly menyukai musik juga. They’re not much of an instrument player, but they sang well (not professionally/super wonderful, but “well”). They also loved hearing cassettes & music from Christian radio programme everyday. I remember waking up in my childhood days because of classical music played on the Christian radio programme, every...single...morning. Bahkan pada kurun waktu tertentu, bokap sempat menggunakan volume program radio tersebut untuk “mengganggu” our precious “morning” sleep (during holiday) untuk membangunkan kami (haizzzz).  

Almost everyone in my family loves to collect cassettes. My grandma had her own old cassettes, then my aunt, then my dad (the real collector). So u can imagine how many cassettes my family have in our (small & cramped & crowded) house. And then...I came along & began to have my own cassette collection haha =)) My brou also collected cassettes, not he’s not an avid collector compared to dad & me.
The old old old BASF 60 mins cassettte
The newer type of BASF (90 mins cassette)

 

Jan 2015 ~ LIFE AFTER CHRISTMAS

5 JAN 2015
Life after Christmas


Hari kelima di bulan yang baru dan tahun yang baru.
Sedang bergulat mendisiplin diri duduk di hadapan netbook dan mengetik. Sambil memasang lagu2 Natal yang belum sempat didengarkan bulan lalu *LOL*
Di luar, bokap lagi beberes hiasan & lampu Natal dari our Christmas Stairlight yang tercinta. My brou & mum uda masuk kerja lagi. Tanteku sibuk dengan urusan rumah tangga seperti biasa. Life goes on, apparently. Life after Christmas.
Terbayang bagaimana situasinya di Serukam. Setelah “party hard” (baca : kebaktian, perayaan, makan2,  visitasi, fellowship) selama hampir 2 minggu sejak 24 Desember, hari Senin pertama di bulan Januari ini like putting back life to reality. Segala sentimental Natal berakhir. Segala hiasan segera dibereskan (walo ada juga yang memasangnya sampai 2 bulan). Segala toples kue segera disimpan kembali setelah isinya cepat2 dibagikan sampai habis..bis..bis. Segala koleksi kostum, hadiah, lagu2, properti Natal dimasukkan ke gudang sampai 11 bulan berikutnya.
Preparing for the season is exciting, but parting from it is like saying goodbye to beloved family/friends/things. Waktu kita melihat ke sekeliling rumah yang tampak kosong & sepi & datar, we can’t help thinking : Wouldn’t it be great if Christmas could last forever?
 Ì
abcs