5 JAN 2015
Life after Christmas
Hari
kelima di bulan yang baru dan tahun yang baru.
Sedang
bergulat mendisiplin diri duduk di hadapan netbook dan mengetik. Sambil
memasang lagu2 Natal yang belum sempat didengarkan bulan lalu *LOL*
Di luar, bokap lagi beberes hiasan &
lampu Natal dari our Christmas Stairlight yang tercinta. My brou & mum uda
masuk kerja lagi. Tanteku sibuk dengan urusan rumah tangga seperti biasa. Life
goes on, apparently. Life after Christmas.
Terbayang bagaimana situasinya di Serukam.
Setelah “party hard” (baca : kebaktian, perayaan, makan2, visitasi, fellowship) selama hampir 2 minggu
sejak 24 Desember, hari Senin pertama di bulan Januari ini like putting back
life to reality. Segala sentimental Natal berakhir. Segala hiasan segera
dibereskan (walo ada juga yang memasangnya sampai 2 bulan). Segala toples kue
segera disimpan kembali setelah isinya cepat2 dibagikan sampai habis..bis..bis.
Segala koleksi kostum, hadiah, lagu2, properti Natal dimasukkan ke gudang sampai
11 bulan berikutnya.
Preparing for the season is exciting, but
parting from it is like saying goodbye to beloved family/friends/things. Waktu
kita melihat ke sekeliling rumah yang tampak kosong & sepi & datar, we
can’t help thinking : Wouldn’t it be great if Christmas could last forever?
Terbersit dalam pikiranku, bagaimana
ya kehidupan tokoh-tokoh kisah Natal setelah Natal berlalu?
Bagaimana kabar para gembala? Tentu mereka
tidak akan lupa betapa agungnya bala tentara malaikat yang datang di malam yang
gelap. Betapa mulianya Bayi yang mereka temukan di palungan. Tapi apakah
kehidupan mereka sehari-hari menjadi membaik setelah itu? Mungkin tidak.
Mungkin mereka tetap menjadi gembala, salah satu kalangan dengan kasta rendah
di Israel zaman itu.
Bagaimana dengan orang-orang Majus
dari Timur? Walau mereka datang jauh setelah peristiwa Natal yang pertama,
mereka akan terus ingat betapa terkagum-kagumnya bisa bertemu dengan Sang Raja
yang bintangnya mereka ikuti selama ini. Betapa sukacitanya bisa memberikan
persembahan bagi-Nya. Tapi setelah itu mereka pulang kembali ke rumah, ke
kehidupan lama mereka, ke dalam rutinitas sehari-hari.
Bagaimana kabar raja Herodes? Kita
tahu bahwa Herodes terus menyalahgunakan kekuasaannya untuk mempertahankan
tahta dengan segala cara. Bahkan sampai pada titik membantai semua anak berusia
2 thn ke bawah supaya Raja yang dinubuatkan itu ikut tereliminasi. Tapi apakah
dia pernah benar-benar hidup dalam damai setelahnya? Tidak kuatir lagi bahwa
ada yang akan merebut tahtanya? Atau mungkin khawatir Raja yang dinubuatkan itu
lolos dari pembantaian? Kita tidak tahu pasti.
Apa kabar Maria, Yusuf, dan bayi Yesus? Setelah
peristiwa kelahiran Yesus yang luar biasa & kunjungan para Majus, mereka
masuk dalam fase yang menegangkan. Mereka harus melarikan diri ke Mesir untuk
menghindari pembantaian Herodes. Akhirnya setelah Herodes meninggal, mereka
kembali ke Nazaret. Yusuf bekerja mencari nafkah sebagai tukang kayu. Maria
mengurusi rumah & segala kebutuhan harian mereka & Yesus.
Life goes on.
Ì
Apakah yang membuat masa raya Natal sangat
dinantikan dan dirindukan saat semuanya berakhir? Well, at Christmas we get a
taste of the eternal, & itu membuat kita ingin lebih lagi. At Christmas,
strrained relationships often seem better as we are more willing to put aside
our differences. Giving takes precedence over getting.
Then the season ends, & the grudge we
overlooked during Christmas flares up again after the new year. Our patience,
strengthened & encouraged by the season, grows short again. Pain,
disappointment, sorrow, amd trials, which can be anesthetized by the Christmas
season, soon reappear. Life on planet Earth is still the same.
Or is it true that ‘life is still the same’,
just like before?
Ternyata tidak. Terjadi perubahan
yang luar biasa di dunia saat Kristus lahir. Hidup tidak sama lagi karena ada
beberapa hal yang terjadi saat Natal, yaitu :
- Demonstrasi kuasa Allah à the Power of God had been born into our world. Kuasa yang sangat besar yang tidak tertandingi oleh apapun. Kuasa yang akan mengalahkan dosa & maut & setan di hari Paskah nanti. Memang dunia masih terus berdosa, tetapi di dalam iman, kita tahu dan kita percaya bahwa kita tidak berada di bawah kuasa dosa & maut lagi.
- Demonstrasi kasih Allah à terjadi penggenapan janji Allah yang sudah dinubuatkan sejak zaman kejatuhan manusia pertama dalam dosa. Suatu janji yang melewati rentang waktu yang sangat panjang. Karena Allah menggenapi janji-Nya, kita bisa percaya bahwa janji-janji-Nya yang lain, termasuk janji kedatangan-Nya yang kedua, pasti akan digenapi juga.
- “Nothing can alter the fact that we live on a visited planet” (JB Phillips). Fakta yang luar biasa! Can u imagine that? Our God walked this earth! Dia berjalan-jalan di hutan, merasakan lembutnya dedaunan, menghirup udara di bumi, mengelus-elus kepala keledai yang Ia tunggangi, meminum air dari sungai, memandangi matahari terbit & tenggelam, dan banyak lagi. Allah yang tinggal bersama kita. Walau sekarang Ia sudah naik ke surga, namun Roh Kudus tetap tinggal bersama-sama dengan kita. Ia tetap nyata dalam kehidupan kita sehari-hari (Immanuel).
Hal-hal
luar biasa yang terjadi saat Natal membuat hidup kita tidak sama lagi. Rutinitasnya
mungkin sama : kita masih pergi kerja, melayani sesama, berbelanja kebutuhan di
pasar, cuci mata di mall, menonton TV, pergi ke gereja dan lain sebagainya. Macetnya
mungkin masih sama. Banjirnya mungkin masih sama. Debu dan asap di kota tempat
kita tinggal mungkin masih sama. But how do we live with the consciousness that
He altered everything?
- Fakta bahwa kita tidak berada dalam kuasa dosa & maut lagi menolong kita untuk hidup dalam kemenangan bsm Allah. Menang dari pencobaan bukan karena kita kuat, tapi karena Allah Mahakuasa & kita yang bergantung pada-Nya akan ditolong setiap saat, setiap hari.
- Fakta bahwa Allah menggenapi jani-Nya memberi kita pengharapan selama masih diberi kesempatan hidup di bumi. Walau mungkin kita melihat kejahatan disekitar kita, kebobrokan moral, kejatuhan ekonomi, pertikaian politik, kita bisa tetap menaruh pengharapan kita pada Allah. Hidup tidak menakutkan dan tidak mendatangkan keputusasaan karena kita tahu Yesus Kristus akan datang lagi dan kita akan tinggal bersama-sama Dia di surga waktu meninggal nanti. Sekarang pun kita sudah mulai menikmati damai sejahtera Allah selama di bumi, walau belum sempurna.
- Fakta bahwa Yesus Kristus walked this earth memberi kita kepastian bahwa Ia nyata. Senyata udara yang tidak terlihat namun bisa kita hirup setiap hari. Karena Ia pernah jadi manusia, kita bisa bergantung pada-Nya karena Ia mengerti dan Ia peduli. Kita juga bisa meneladani Dia yang “berjalan di bumi, namun memandang ke surga”. Hidup dengan kesadaran bahwa ada misi yang harus dipenuhi selama di bumi.
- Fakta bahwa ‘life is never be the same because of Christ’s coming’ mendorong kita untuk share the good news. Para gembala memberikan contoh yang baik. Bukan hanya pergi keluar dari kandang hewan setelah bertemu bayi Yesus, tapi menceritakan kepada orang-orang mengenai perjumpaan mereka dengan Yesus yang life-changing ground-breaking.
Remove
the trees, lights, candles, mangers, decorations, presents, foods, and the music......and
the story is still there. It is still true and our joy is still full and our
hope is overflowed! ;D
Ì
“Heaven
and earth will pass away, but My words will by no means pass away.
But
of that day and hour no one knows,
not
even the angels of heaven, but My Father only. . . .
Therefore
you also be ready,
for
the Son of Man is coming at an hour
you
do not expect.”
Matthew 24:35–36, 44
God makes a Promise
Faith believes His promise
Hope anticipates its fulfillment
Patience quietly waits
Sources :
·
“In Search of...the Real Spirit of Christmas” – Dan Schaeffer, Discovery House Publishers, 2003
·
“The Promise of Christmas is Jesus” – Jack Countryman, Thomas Nelson Inc, 2012
Post a Comment
What do you think? ^^