The 2011 Year End Notes


Thinking about….
FRAGILITY OF LIFE
                Thn 2011 ini dibuka dengan operasi buka leher my bro sepanjang 3-4 segmen medulla spinalis. Irisan memanjang ke bawah di tengkuknya. Pemuda yang periang, bersemangat, dan suka berpetualang di alam bebas itu, tiba2 terbaring sulit bergerak di atas tempat tidur post operasi. Masuk dgn berjalan kaki, pulang dgn kursi roda.
                Kemudian rekan sejawatku dikabarkan meninggal setelah kurang dari setahun berjuang melawan kanker paru stadium terminal. Rasanya baru kemarin kami kuliah sama2 di Jtngr, baru kemarin kami menyoraki teman2 di pertandingan olahraga antar angkatan, baru kemarin kami berpapasan di lorong RSHS – sama2 wasted post jaga.
                Tidak sengaja membuka jejaring sosial dan terkejut waktu membaca belasungkawa untuk teman SMA-ku. Sekarang sudah jadi guru yg berdedikasi & disayangi murid2nya, ibu 1 anak yg masih batita, dan istri dr teman seangkatan. Tiba2 saja meninggal karena tertabrak dlm upaya bergumul dgn penjambret tasnya. Bahkan tak sempat dirawat, hanya sempat tiba di RS saja.
                Dan yang terakhir datang waktu aku sedang jaga di RS. My best pal called me & told me in grim voice, “She had an advanced stage ovarian cancer”. Oh God. Her? That passionate doctor, a faithful servant, with leadership heart. My colleagues in med school, who went with me to Serukam for 3rd MMC. Who went to serve the government in Sumba Island. Who dreamed to be a paediatrician.   
                All of them were younger than me.
                Life is fragile. Life is short.

Follow Me! (Part Two)


FOLLOW ME!
(Mentor & Disciple, Part Two)
Click here if u haven’t read Part One

“Ini meja untuk menulis pesanan,” katanya sambil menunjuk meja di dekat kaca yang membatasi poliklinik dengan dunia luar. “Ada beberapa formulir lab. Coba deh km liat dulu. Ntar yang ga ngerti tanya.”
Aku mengambil salah satu formulir disitu.
“BS, FBS kak?”
“Blood Sugar. Fasting Blood Sugar. Disini sebagian masih pk istilah Barat. Nanti belajar juga cara nulis resep ya. Beda sama yang Latin punya. Udah pernah liat kan?”
Aku ngangguk2. Pernah liat sih waktu 3rd MMC kemaren. Tapi gak berarti sudah hafal!! ^^’’’
“Trus ini map buat surat2,” dia bergerak ke tumpukan map2 di meja panjang dekat kaca IGD. “Ada surat rujukan spesialis, surat keterangan berobat, lembar tindakan Askes, lembar rujukan intern Askes, lembar transfusi darah Akses, formulir permintaan darah ke PMI, formulir rujukan spesialis yg bhs.Inggris, dan…..”
Dia masih terus nyerocos ttg berbagai bentuk formulir dan lembaran yang diciptakan untuk diisi oleh tenaga kesehatan (baca : dokter, kdg2 perawat) kemudian bergerak untuk memperkenalkan kamar periksa dan alur periksa pasien di rawat jalan…..
It was only a glimpse of my orientation days in Serukam back then ;D 
##

Follow Me! (Part One)


FOLLOW ME!
(Mentor & Disciple, Part One)


One sunny morning, more than 20 years behind….
“Ini gunung,” katanya sambil menggambar puncak segitiga yang pertama. “Dan satu lagi,” sambil menggambar puncak segitiga yang kedua. “Lalu kita tambahkan matahari” – gambar setengah lingkaran diantara kedua segitiga, lengkap dgn sunrays-nya. “Nah, setelah itu, kita gambar the loooong winding road. Jangan lupa untuk menambahkan sawah di kiri-kanan jalan” – lengkap dengan “paku-paku” padi kehijauannya. Kemudian ia menggambar 3 gumpalan awan tersebar di atas gunung dan burung-burung. Angka 3 posisi tidur mengapung di atas gunung, selang seling dengan gumpalan2 awan tadi.
“Jadi deh!” serunya senang sambil memamerkan hasilnya.
“Waaaa…..,” aku terkagum-kagum. Ini pelajaran menggambar pertama bersama Omaku, waktu baru masuk TK.

##

abcs