RESTLESS

RESTLESS
January 2010
Mengawali Januari dengan membuka mata di rumah dan 10 hari kemudian membuka mata kembali di pedalaman West Borneo…. Both are my beloved ;D
Setelah melalui hampir 3 minggu “praying & thinking session”, I decided to come back to Serukam even for a very limited time. Perjalanan yang aga aneh sebenarnya krn untuk pertama kalinya terdampar di Terminal 3 jam 4 pagi (!!!). Lebih anehnya lagi krn g pikir I was the only one, tp tnyt ada org yg sdh lebih dulu berada di situ sambil bergulung dalam kain Bali-nya (sambil tidur u/mengisi waktu). Keren sih Terminal 3 di waktu subuh…yang ga keren itu duinginnnya….brrrr….I wished I had my thick jacket on (instead of jeans jacket). Dengan menggigil kedinginan, g melewati pos pertama dengan mulus dan satu2nya ide yang muncul di kepala untuk mengusir rasa dingin yang kelewatan ini adalah dengan…MAKAN!!! Chewing would generate heat, my theory back then ;D

Singkat cerita, God helped me to arrive safely at Supadio airport. Padahal sebelumnya, pesawat Mandala yang kami tumpangi berguncang-guncang di angkasa due to cloudy weather for almost 20 minutes or so (quite long eh?). Rencananya g bakal stay one night di mess Ponti & ikut pulang bareng rombongan Serukam & tamu besok siang.
Namun dalam waktu relatif singkat, waktu WB muncul di mess, I heard surprising news. My senior TM is going to leave, this January. TM is my MMC senior, my senior housemate when we were still in the Sidon-Damsyik, and again my senior housemate when I moved to 308. By her leaving, our Sidon-Damsyik trio (with ES) is officially closed.
abcs