GOD'S PACE, GOD'S GRACE (part Two)

This story has its FIRST PART. Click on the link below if u haven't read the first part =)



Anomali adalah seorang pembelajar. “Yang penting bukan kuliah berapa banyak, tp baca bukunya!” He has a great curiosity over anything and learn everything from everywhere (well, he skip medical hehe), especially yang berbau teknik, pertanian, dunia langit, etc, etc. Memiliki hiperaktivitas adrenal, shg tenaganya di-recharge saat ngomong sama orang lain (bkn wkt tidur hehe) dan tidur di sela2 waktu sampah (e.g menunggu ga jelas, lg perjalanan di kendaraan).
Dibandingkan dengan Tabasco dan gue yang awam bgt mslh mission trip, Anomali adalah seorang expert. Berpengalaman menjelajahi dalam & luar negeri dlm berbagai ekspedisi. Omongannya tinggi, ngawang2, tapi terbukti dalam bentuk real live action. Punya standar tertentu dan akan berusaha untuk memenuhi standar tsb. Makanya layak bgt klo dia jadi leader menggantikan Judas (yg shrsnya bs memposisikan dirinya sbg leader mengingat umur & profesi & ke-orang lokal-annya).

Di Senaning, listrik PLN tenaga diesel hanya exist dari jam 18 – 6. Selebihnya bergantung pada cahaya matahari untuk menerangi bumi.
Maka di pagi yang dingin, kelabu, dan basah karena lebatnya hujan, kami bertiga ngahuleng di ruang tengah rumah YM. Klo ga jadi ke Sebetung-Paluk, apa gunanya kami jauh2 pergi dari Bandung?? Kami juga merasa aneh. Saat Anomali memutuskan kami tidak jadi berangkat dengan boat yang harga supirnya super mahal itu, tidak nampak perlawanan dari Judas. Dia tidak tampak kecewa ataupun tampak berusaha memikirkan alternatif lain. Padahal dia harusnya (harusnya!) very eager to make this plan succeed. Bukankah ini impiannya sejak lama? Hasrat hatinya yang terpendam demi kemajuan daerahnya? Dia tenang2 saja & malah menyuruh kami voting setuju/tdk setuju batal ke Sebetung-Paluk. Suatu bentuk cari aman sebagai bahan pelaporan ke pihak Bandung nanti. Makinlah kami tak habis pikir. 

GOD'S PACE, GOD'S GRACE (part One)

Once upon a time….
Tersebutlah seorang localist – let’s call him Judas –  seorang putra daerah yg konon terbeban u/ memajukan daerah asalnya melalui jalur pendidikan. Dia mengajukan ide pembangunan sekolah tersebut ke institusi tempat dia menuntut ilmu & setelah penggodokan beberapa waktu lamanya, diputuskan untuk mengirim tim u/ menjajaki kemungkinan tersebut. Awalnya tim kami berjumlah 6 orang, namun karena masalah kesehatan, akhirnya 4 orang yang berangkat. Judas, Anomali, Tabasco, and me. A preliminary survey team.
Perjalanannya memakan waktu 10 hari (18-28 Mei 2010). Daerah tujuannya adalah Kecamatan Ketungau Hulu, Kab.Sintang, Prov.Kalimantan Barat.

(Peta milik dayakblogs.blogspot.com)


Walaupun g pernah 23 bulan di West Borneo, Sintang adalah suatu daerah yang belum pernah g kunjungi. So, it was brand new for me. And also for Anomali & Tabasco. Anomali uda pernah ke Kalsel, tp br kali ini ke Kalbar dan Tabasco cuma pernah stay 3 mg di Kab. Bengkayang. So basically, we relied upon information & travel plan set up by Mr. Judas. But actually, no one in this team really knows Mr. Judas. The impression I got from our meetings in Bandung was he had talent in ‘mouth’ section. Dia mempromosikan 1 daerah dibanding 3 alternatif lain, yang konon ‘mudah dijangkau – hanya 2 jam naik sepeda motor’. Dia bilang ‘semuanya beres, sudah diatur’ dan ‘semuanya disana kenalan dan saudara saya, jadi gampanglah, bisa diatur’.  ‘Tidak perlu kuatir, semuanya sudah beres’.

THE SKYRUNNER


Kegalauan dalam hati, pikiran yang masih berkabut, mata yang tak bisa melihat
Hanya iman yang mampu menembus kelamnya ketidakpastian

Kidung burung2 disekitar pepohonan hijau yang berkicauan merdu, riang, memuji….
Menikmati langit biru yang terbentang layaknya kanvas luas….
Kabut dingin yang turun di malam hari….
Bintang2 yang berkedip riang menghiasi hitam pekatnya malam….
Anak manusia yang berpeluh, otot2nya meregang, menapak bumi, berlari, jantung yang berdegup, menghirup nafas dengan kedua paru-paru....
Diiiringi desiran angin yang membelai tubuh yang dari debu tanah
Bersyukur karena diciptakan, dipilih, dan ditugaskan di bumi….



Will never stop admiring God’s painting in the vast blue sky
Wanna step my feet & run in the sky
The skyrunner
Whether it’s gray or it’s blue
There will always be a shining sun behind it
God’s ray of light
God’s radiant warmth
The Love of God

A PLACE TO BELONG

        
        Hari Kartini di thn 2008. Matahari bersinar dengan terik tanpa ampun di garis ekuator. Aku menginjakkan kaki untuk kedua kalinya di Supadio, bandara yang sempit dan hiruk pikuk itu. Masih teringat keberangkatanku tadi subuh. Saying goodbye to Dad, Mom, & bro – giving each of them a hug. Because for the first time in my life, I travelled alone to another island.
     God helped me to arrive safely. Rasa panas langsung menyengat kulit sewaktu turun dari pesawat. Setelah mengambil luggage, I got out from the waiting room. Many people swarmed near the exit door. Penjemput penumpang, calo, tukang taksi, porter, petugas keamanan, semua bercampur jadi satu. Syukurlah a familiar face welcomed me. HG, and then AP. My restless heart soothed a little bit.
     Aku menarik nafas panjang & menguatkan hati. “This is it Chris. Welcome to Borneo,” ujarku dalam hati sambil mengikuti mereka berdua ke Kijang 1070.
         A stranger in Borneo.


abcs