This story has its FIRST & SECOND parts.
Click on the link below if u haven't read the first or second part =)
SABTU, 22 MEI 2010
09.00 – 13.30 Taking the boat menyusuri Ketungau river (Senaning – Ng.Bayan)
13.30 – 14.30 On foot dari tmp boat berlabuh s/d desa terdekat, serambi depan NKRI :
Desa Nanga Bayan
15.00 – 15.30 Lunch
15.30 – 17.00 Mengikuti International Motorcross Championship from
Ng.Bayan – Sebetung-Paluk
17.00 – 20.00 Bebersih, persiapan lecture
20.00 – 20.30 Dinner
20.30 – 22.30 Interactive lecture : diare & pengenalan kotak Pertolongan Pertama
Workshop : LGG (larutan gula-garam), Handwashing
Karena kami sudah menghabiskan 2 malam di Senaning, kami hanya akan tinggal maksimal 2 malam di Sebetung-Paluk. Pagi2 benar, dengan semangat ’45, kami bertiga bersiap-siap naik motor boat. Barang2 dibawa seperlunya saja, sisanya dititipkan di Senaning. Hari cerah, langit biru, matahari bersinar terik. Jauh berbeda dengan hari2 sebelumnya yang slalu diwarnai dengan kelabunya langit dan rintik2 hujan setiap pagi sampai menjelang siang. Debit air tidak terlalu tinggi, tetapi masih bisa dilewati boat dengan mulus.
Saat itu ada 10 orang dalam boat. Judas di paling dpn, sbg pengarah boat. Seorang ibu dan anaknya yg pul-kam ke Ng.Bayan. G dan Tabasco di tengah, disusul Anomali dan pemuda dari Sebetung-Paluk. Di belakang boat ada NYB, ibu dr Ng.Bayan, dan supir boat (msh kerabat Pak NYB).
Pelan2 kami menyusuri Sungai Ketungau. Jadi ingat temen2 Serukam dan MMC yang pernah menyusuri sungai menuju Tamong. Mungkin begini juga rasanya. Kiri kanan sungai masih hutan yang lebat. Pepohonan yang rimbun tinggi menaungi sungai di beberapa bagian, tapi sering juga sungai dibiarkan kosong, langsung tertimpa sinar matahari yang semakin menyengat. Menarik ketika mencermati tanah tempak pohon berpijak, ternyata pasir putih, mirip dengan pasir pantai. Warnanya indah tapi sayangnya membuat pepohonan tepat di kiri kanan sungai tak kuat berdiri jika air pasang. Seringkali mereka rubuh ke arah sungai dan menghalangi jalan perahu, seperti yang kami alami 1x.
Syukurlah bapak2 di dalam boat dengan hati2 dan sabar mampu menuntun boat & penumpangnya keluar dengan selamat dari halang rintang pepohonan yang rubuh ;D klo ga, bs benjol deh kena batang pohon =)
Diiringi lagu2 rohani bernuansa Celtic, I enjoyed my time on Ketungau river.
“This is my Father’s world…”


