12-5-12
Tgl yg mudah untuk diingat. Tgl yang dipilih oleh my med school’s friend & my Xserukamers colleague for getting married. We decided to attend their holy matrimony in Karawang (1,5 hrs from Bdg via toll). Aku, Vi, HC, dan mang supir.
THE REUNION
Kami berangkat kepagian dan lalu lintas yang lancar (syukurlah...) membuat kami tiba di Karawang juga kepagian. 1 jm sblm kebaktian dimulai. Syukurlah HC punya ide bagus – mengunjungi temannya yg sdh lama tidak bertemu. Yaaah, 13 thnlah. Sekali-kalinya HC ke Karawang 13 thn yg lalu adl u/ mjd bridesmaid tmnnya ini. Kenalan baik di grj wkt HC kul di Jkt. Sehari sebelumnya, HC berhasil menghubungi suami temannya (yg nomer HPnya msh bertahan) dan berjanji u/ ketemuan klo sempet. Dan karena kami datang kepagian, tak ada salahnya bertandang dulu ke tmp mrk.
Kami sempat nyasar sebentar, tp dgn segera menemukan rumah tmnnya itu. Tmnnya, Ci P (around 40 y.o) berdiri dpn rmh & menyambut kami dgn gembira. Sekeluarga itu sedang ada di rumah, suaminya, Ko W dan kedua anaknya. HC melepas rindu sambil bertukar cerita, catching up these last 13 years. Bhkn mereka sengaja memutarkan video pernikahan mereka dulu u/ ngasi liat tampang HC 13 thn yg lalu hehehehe..... Waktu itu HC br sj lulus kuliah, blm ambil profesi. Tampangnya msh polos abis wkwkwkwk.....
Ternyata bapaknya tmnku yg mo menikah ini, adl pdt yg menikahkan mereka 13 thn yg lalu dan adiknya temenku yg mjd penabur bunga di depan prosesi pengantin. Skrg adiknya itu sudah kuliah. Seakan blm cukup “dunia selebar daun kelor”-nya, rmh tmp mrk tinggal skrg satu pemukiman dgn rmh pak pdt dan keluarga temanku, cm beda blok doang =)) Wkwkwkwkwk.....such a small world after all.
THE WEDDING
Memang sudah diatur oleh Tuhan untuk bertemu dulu dgn Ci P dan Ko W. Tnp tersesat, kami tinggal mengikuti mobil mrk u/ mencapai grj tmp kebaktian pernikahan akan dilangsungkan. Grjnya tidak terlalu besar, tepat di pinggir jalan protokol, sebelah menyebelah dgn toko2. Jemaat, keluarga, dan kenalan kedua mempelai sudah memenuhi grj. Kami kebagian tmp duduk di row agak blkg.
Sedikit perkenalan ttg kedua calon mempelai.
Yang lelaki teman kuliahku. Sama2 bergulat di Jatinangor, sama2 di PMK FK, sama2 berkubang di RSHS, hingga akhirnya bertemu lagi di Kalbar. Aku di RS, sementara dia di Pkm. Sama2 di Kabupaten Bengkayang. Waktu adikku berkunjung ke Serukam, kami sempat berpetualang berempat ke air terjun Riam Merasap ^^ lalu mengunjungi tmp kos dia (bapa kosnya bekas pasienku) dan nebeng lunch disono. He’s such a nice & kindhearted guy, rajin & pintar, agak kaku dan gugupan, lbh sk di blkg layar. Dia juga rajin mengirimi kami pasien (yg ambulancenya dia setir sendiri). Setelah dia kembali ke Jabar, dia “mengirim” ceweknya ke Kalbar, kali ini ke Serukam. Jadilah yang perempuan juniorku di Serukam. Kami sama2 di tim medis dan di SM Barabas. She’s such a bright & talented girl, bersemangat, doyan bersosialisasi, dan tipe yg srg ada di dpn layar. They complement each other I think. Nah, karena kenal dua2nya, gak enaklah klo gak dtg. So, ke Karawang pun dijabanin.
Prosesi pernikahan dimulai dgn masuknya keluarga pihak laki-laki ditambah ibu mempelai perempuan, termasuk ayahnya pihak laki-laki yg merangkap sbg pdt yg akan memberkati mereka hari itu. 3-4 lagu himne klasik (incl. Wedding march versi orchestra) mengiringi mereka masuk, disusul mempelai laki-laki – yg tmpk good looking, bersih, rapi, dan gagah dlm jasnya (wwkwkwkwk....soale kami sdh lihat dia dlm pose ter-lancay). Not to mention : kurus (thx to residency). Terakhir, mempelai perempuan masuk ditemani ayahnya. Cantik, dgn make up neutral a la sekarang (bkn yg ngejreng mcm mbok2 zmn dulu), plus senyuman andalannya (like usually ^^).
Syukurlah, mempelai perempuan sdh berhenti mengupdate status via BB (yg terakhir diupdate 5 mnt sblm prosesi dimulai – oalaaaah, what a faithful BB-ers). We were wondering, apa baju pengantin sekarang ada saku u/ naruh BB yak?? Tp stl melihat karangan bunga yg dia bawa, smuanya jd lbh msk akal. Mungkin....karangan bunga zmn sekarang ada tmp naruh BB, shg in your own wedding pun tetep bisa eksis update BB kikikikikik =))
Sisanya berjalan lancar dan relatif tearless (sejujurnya kami tak bisa melihat jelas dr posisi kami duduk). Yg tmpk berurai air mata adl salah satu anggota padsu ibu2 – mgkn kerabatnya?? Dan pak pendeta sedikit tercekat & terharu saat doa berkat. After all it’s his own son’s wedding. Jarang2 kan bs menikahkan putra sendiri ^^ Turut berbahagia u/ SK & YN ;D
Setelah puas foto2 (baik dgn Ci P – ko W maupun kedua mempelai), kami diajak Ci P dan suaminya u/ lunch di salah satu restoran disana, bersama dgn dua teman kami yg lain. Yg satunya tmn kuliahku (yg baru2 ini mjd alumni MMC 7), satunya lagi alumni MMC 6. Saat makan2, Ci P keheranan mendengar kami semua yg sdh pernah ke bagian2 lain dr Indonesia. Kalbar, Papua, Kalteng, Maluku, dan bertemu kembali di Jabar. Lalu dia bercerita bhw putra tertuanya (masih SD) tertarik u/ mjd dokter. Dia rajin bertanya dgn detail ttg gejala2 penyakit dan membaca berbagai artikel kesehatan. Aaah, dik, knp dulu aku tidak seperti itu ya wkt kecil?? Hehehehe..... Spy bs persiapan dari dulu ;D
Betul2 providencia Allah sampai akhirnya bisa jd dokter.
THE CEMETERY
Stl puas mengobrol saat lunch, pasangan teman HC membawa kami ke objek wisata terakhir u/ hari itu. San Diego Hills Memorial Park. Quite weird isn’t it? But it wasn’t that weird krn pekuburan itu gak mirip tmp pemakaman sama sekali. Lbh mirip bukit2 berumput hijau macam lapangan golf yang di permukaannya ditanam jenazah, lalu dicor, dan kembali dipasangi rumput. Mirip yg ada di film2 Barat.
Yang pasti sih areanya benar2 luas. Sejauh mata memandang, hamparan rumput hijau yg nampak. Berpuluh-puluh cor-an tmpk menyembul dari tanah. Beberapa disertai bunga2 yg diletakkan o/ keluarga yg telah berkunjung. Selain itu ada chapel yg bisa digunakan u/ pernikahan (klo mau), restoran Italia yg konon mahal, dan satu gedung lagi u/ kebaktian pelepasan. Di salah satu sudut, nampak orang2 berkumpul di bawah tenda, bersiap-siap u/ melakukan pemakaman. Saat kami akan berangkat meninggalkan tmp tsb, muncul iring2an mobil jenazah mendekati tenda tsb dan semua orang bersiap2.
Pokoknya jauh bgt deh dr stigma bhw pemakaman itu tak terurus, acak kadut, dan seram krn beresiko dipalak ato dirampok ato berbagai tindak kejahatan lainnya. Beda bgt. Dan dilihat dari lahan yg relatif masih kosong, mgkn ke depannya akan dibangun berbagai fasilitas lain yg mmungkinkan tmp tsb u/ mjd sejenis tmp berwisata sekaligus berziarah. Berwisata ke pemakaman, hmmm....msh tdgr aneh ya?
Dalam perjalanan pulang ke Bdg, aku berpikir. Dalam 1 hari tsb, kami sudah menyaksikan “unity“ dalam 3 btk yg berbeda. Kami mengalami reunion yg mempertemukan kembali dua kenalan lama, wedding yg menyatukan 2 org, serta menyaksikan perpisahan manusia dari dunia dan bersatu kembali dgn Pencipta-Nya.
What a day!
Tgl yg mudah untuk diingat. Tgl yang dipilih oleh my med school’s friend & my Xserukamers colleague for getting married. We decided to attend their holy matrimony in Karawang (1,5 hrs from Bdg via toll). Aku, Vi, HC, dan mang supir.
THE REUNION
Kami berangkat kepagian dan lalu lintas yang lancar (syukurlah...) membuat kami tiba di Karawang juga kepagian. 1 jm sblm kebaktian dimulai. Syukurlah HC punya ide bagus – mengunjungi temannya yg sdh lama tidak bertemu. Yaaah, 13 thnlah. Sekali-kalinya HC ke Karawang 13 thn yg lalu adl u/ mjd bridesmaid tmnnya ini. Kenalan baik di grj wkt HC kul di Jkt. Sehari sebelumnya, HC berhasil menghubungi suami temannya (yg nomer HPnya msh bertahan) dan berjanji u/ ketemuan klo sempet. Dan karena kami datang kepagian, tak ada salahnya bertandang dulu ke tmp mrk.
Kami sempat nyasar sebentar, tp dgn segera menemukan rumah tmnnya itu. Tmnnya, Ci P (around 40 y.o) berdiri dpn rmh & menyambut kami dgn gembira. Sekeluarga itu sedang ada di rumah, suaminya, Ko W dan kedua anaknya. HC melepas rindu sambil bertukar cerita, catching up these last 13 years. Bhkn mereka sengaja memutarkan video pernikahan mereka dulu u/ ngasi liat tampang HC 13 thn yg lalu hehehehe..... Waktu itu HC br sj lulus kuliah, blm ambil profesi. Tampangnya msh polos abis wkwkwkwk.....
Ternyata bapaknya tmnku yg mo menikah ini, adl pdt yg menikahkan mereka 13 thn yg lalu dan adiknya temenku yg mjd penabur bunga di depan prosesi pengantin. Skrg adiknya itu sudah kuliah. Seakan blm cukup “dunia selebar daun kelor”-nya, rmh tmp mrk tinggal skrg satu pemukiman dgn rmh pak pdt dan keluarga temanku, cm beda blok doang =)) Wkwkwkwkwk.....such a small world after all.
THE WEDDING
Memang sudah diatur oleh Tuhan untuk bertemu dulu dgn Ci P dan Ko W. Tnp tersesat, kami tinggal mengikuti mobil mrk u/ mencapai grj tmp kebaktian pernikahan akan dilangsungkan. Grjnya tidak terlalu besar, tepat di pinggir jalan protokol, sebelah menyebelah dgn toko2. Jemaat, keluarga, dan kenalan kedua mempelai sudah memenuhi grj. Kami kebagian tmp duduk di row agak blkg.
Sedikit perkenalan ttg kedua calon mempelai.
Yang lelaki teman kuliahku. Sama2 bergulat di Jatinangor, sama2 di PMK FK, sama2 berkubang di RSHS, hingga akhirnya bertemu lagi di Kalbar. Aku di RS, sementara dia di Pkm. Sama2 di Kabupaten Bengkayang. Waktu adikku berkunjung ke Serukam, kami sempat berpetualang berempat ke air terjun Riam Merasap ^^ lalu mengunjungi tmp kos dia (bapa kosnya bekas pasienku) dan nebeng lunch disono. He’s such a nice & kindhearted guy, rajin & pintar, agak kaku dan gugupan, lbh sk di blkg layar. Dia juga rajin mengirimi kami pasien (yg ambulancenya dia setir sendiri). Setelah dia kembali ke Jabar, dia “mengirim” ceweknya ke Kalbar, kali ini ke Serukam. Jadilah yang perempuan juniorku di Serukam. Kami sama2 di tim medis dan di SM Barabas. She’s such a bright & talented girl, bersemangat, doyan bersosialisasi, dan tipe yg srg ada di dpn layar. They complement each other I think. Nah, karena kenal dua2nya, gak enaklah klo gak dtg. So, ke Karawang pun dijabanin.
Prosesi pernikahan dimulai dgn masuknya keluarga pihak laki-laki ditambah ibu mempelai perempuan, termasuk ayahnya pihak laki-laki yg merangkap sbg pdt yg akan memberkati mereka hari itu. 3-4 lagu himne klasik (incl. Wedding march versi orchestra) mengiringi mereka masuk, disusul mempelai laki-laki – yg tmpk good looking, bersih, rapi, dan gagah dlm jasnya (wwkwkwkwk....soale kami sdh lihat dia dlm pose ter-lancay). Not to mention : kurus (thx to residency). Terakhir, mempelai perempuan masuk ditemani ayahnya. Cantik, dgn make up neutral a la sekarang (bkn yg ngejreng mcm mbok2 zmn dulu), plus senyuman andalannya (like usually ^^).
Syukurlah, mempelai perempuan sdh berhenti mengupdate status via BB (yg terakhir diupdate 5 mnt sblm prosesi dimulai – oalaaaah, what a faithful BB-ers). We were wondering, apa baju pengantin sekarang ada saku u/ naruh BB yak?? Tp stl melihat karangan bunga yg dia bawa, smuanya jd lbh msk akal. Mungkin....karangan bunga zmn sekarang ada tmp naruh BB, shg in your own wedding pun tetep bisa eksis update BB kikikikikik =))
Sisanya berjalan lancar dan relatif tearless (sejujurnya kami tak bisa melihat jelas dr posisi kami duduk). Yg tmpk berurai air mata adl salah satu anggota padsu ibu2 – mgkn kerabatnya?? Dan pak pendeta sedikit tercekat & terharu saat doa berkat. After all it’s his own son’s wedding. Jarang2 kan bs menikahkan putra sendiri ^^ Turut berbahagia u/ SK & YN ;D
Setelah puas foto2 (baik dgn Ci P – ko W maupun kedua mempelai), kami diajak Ci P dan suaminya u/ lunch di salah satu restoran disana, bersama dgn dua teman kami yg lain. Yg satunya tmn kuliahku (yg baru2 ini mjd alumni MMC 7), satunya lagi alumni MMC 6. Saat makan2, Ci P keheranan mendengar kami semua yg sdh pernah ke bagian2 lain dr Indonesia. Kalbar, Papua, Kalteng, Maluku, dan bertemu kembali di Jabar. Lalu dia bercerita bhw putra tertuanya (masih SD) tertarik u/ mjd dokter. Dia rajin bertanya dgn detail ttg gejala2 penyakit dan membaca berbagai artikel kesehatan. Aaah, dik, knp dulu aku tidak seperti itu ya wkt kecil?? Hehehehe..... Spy bs persiapan dari dulu ;D
Betul2 providencia Allah sampai akhirnya bisa jd dokter.
THE CEMETERY
Stl puas mengobrol saat lunch, pasangan teman HC membawa kami ke objek wisata terakhir u/ hari itu. San Diego Hills Memorial Park. Quite weird isn’t it? But it wasn’t that weird krn pekuburan itu gak mirip tmp pemakaman sama sekali. Lbh mirip bukit2 berumput hijau macam lapangan golf yang di permukaannya ditanam jenazah, lalu dicor, dan kembali dipasangi rumput. Mirip yg ada di film2 Barat.
Yang pasti sih areanya benar2 luas. Sejauh mata memandang, hamparan rumput hijau yg nampak. Berpuluh-puluh cor-an tmpk menyembul dari tanah. Beberapa disertai bunga2 yg diletakkan o/ keluarga yg telah berkunjung. Selain itu ada chapel yg bisa digunakan u/ pernikahan (klo mau), restoran Italia yg konon mahal, dan satu gedung lagi u/ kebaktian pelepasan. Di salah satu sudut, nampak orang2 berkumpul di bawah tenda, bersiap-siap u/ melakukan pemakaman. Saat kami akan berangkat meninggalkan tmp tsb, muncul iring2an mobil jenazah mendekati tenda tsb dan semua orang bersiap2.
Pokoknya jauh bgt deh dr stigma bhw pemakaman itu tak terurus, acak kadut, dan seram krn beresiko dipalak ato dirampok ato berbagai tindak kejahatan lainnya. Beda bgt. Dan dilihat dari lahan yg relatif masih kosong, mgkn ke depannya akan dibangun berbagai fasilitas lain yg mmungkinkan tmp tsb u/ mjd sejenis tmp berwisata sekaligus berziarah. Berwisata ke pemakaman, hmmm....msh tdgr aneh ya?
Dalam perjalanan pulang ke Bdg, aku berpikir. Dalam 1 hari tsb, kami sudah menyaksikan “unity“ dalam 3 btk yg berbeda. Kami mengalami reunion yg mempertemukan kembali dua kenalan lama, wedding yg menyatukan 2 org, serta menyaksikan perpisahan manusia dari dunia dan bersatu kembali dgn Pencipta-Nya.
What a day!
Post a Comment
What do you think? ^^