CORAZON
SALVAJE (Wild Heart)
Caridad Bravo
Adams
Aslinya, Corazon Salvaje adalah
sebuah novel in Spanish, around 300 pages, terbit tahun 1957. Novel ini terdiri
dari 3 bagian, yaitu I : Corazon Salvaje, II : Monica, dan III : Juan del
Diablo (Juan from the Devil’s Cape). Settingnya di Martinique, koloni Perancis
(wherever that is), sekitar tahun 1903. Ceritanya berkisar di kehidupan 4 orang
yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu Renato
d'Autremont VS Juan del Diablo
>< Countess Monica d'Molnar VS
Countess Aimee d'Molnar, lengkap dengan kisah cinta segi banyak dan segala
intrik-intriknya.
Seorang tuan tanah bernama Fransisco
d’Autremont punya affair dengan ibunya Juan sehingga lahirlah Juan dengan
status illegitimate child. Dia berniat untuk mengakui Juan sebagai anaknya
secara resmi namun terlanjur meninggal dalam kecelakaan. Akhirnya Juan
dibesarkan di kalangan pelaut sebagai anak yang kasar, keras, terlibat dalam
bajak laut. Sementara Renato, Fransisco’s legitimate son (yang tidak tahu Juan
adalah half-brother-nya) dibesarkan dalam pendidikan yang baik di Eropa dan
sudah dijodohkan dengan Countess Monica d’Molnar sejak kecil. Namun Renato
jatuh cinta dengan Aimee & memutuskan secara sepihak perjodohannya dengan
Monica. Monica yang patah hati ingin masuk biara. Aimee sendiri ternyata sudah
pacaran dengan Juan sebelum dilamar oleh Renato. Renato dan Aimee akhirnya
menikah, meninggalkan Juan yang patah hati dan ingin balas dendam. Saat Juan
akan membawa kabur Aimee, Monica memergoki mereka. Dan tidak lama, Andres
memergoki mereka semua. Demi mencegah skandal lebih lanjut, Monica mengaku
bahwa dialah kekasih Juan dan setuju untuk menikahi Juan, demi cintanya (yang
bertepuk sebelah tangan) pada Renato.
CASSETTES
15-01-15
Going through my old cassette collection. Something that I
had collected since junior high school. Sebagian mulai berjamur karena jarang diputar
lagi (eeerrrmmm...sudah berapa tahun ya tidak dipasang lagi di tape?? Wkwkwk).
Sebagian masih dalam kondisi yang prima.
Sebagian sudah pernah disortir, sebagian masih dibiarkan dalam kondisi
asli.
Kecintaan terhadap musik sudah ada sejak aku masih
kecil. Sepertinya banyak dipengaruhi
keluargaku yang mostly menyukai musik juga. They’re not much of an instrument
player, but they sang well (not professionally/super wonderful, but “well”). They
also loved hearing cassettes & music from Christian radio programme
everyday. I remember waking up in my childhood days because of classical music
played on the Christian radio programme, every...single...morning. Bahkan pada
kurun waktu tertentu, bokap sempat menggunakan volume program radio tersebut
untuk “mengganggu” our precious “morning” sleep (during holiday) untuk
membangunkan kami (haizzzz).
Almost everyone in my family loves to collect cassettes.
My grandma had her own old cassettes, then my aunt, then my dad (the real
collector). So u can imagine how many cassettes my family have in our (small
& cramped & crowded) house. And then...I came along & began to have
my own cassette collection haha =)) My brou also collected cassettes, not he’s
not an avid collector compared to dad & me.
 |
| The old old old BASF 60 mins cassettte |
 |
| The newer type of BASF (90 mins cassette) |
5 JAN 2015
Life after Christmas
Hari
kelima di bulan yang baru dan tahun yang baru.
Sedang
bergulat mendisiplin diri duduk di hadapan netbook dan mengetik. Sambil
memasang lagu2 Natal yang belum sempat didengarkan bulan lalu *LOL*
Di luar, bokap lagi beberes hiasan &
lampu Natal dari our Christmas Stairlight yang tercinta. My brou & mum uda
masuk kerja lagi. Tanteku sibuk dengan urusan rumah tangga seperti biasa. Life
goes on, apparently. Life after Christmas.
Terbayang bagaimana situasinya di Serukam.
Setelah “party hard” (baca : kebaktian, perayaan, makan2, visitasi, fellowship) selama hampir 2 minggu
sejak 24 Desember, hari Senin pertama di bulan Januari ini like putting back
life to reality. Segala sentimental Natal berakhir. Segala hiasan segera
dibereskan (walo ada juga yang memasangnya sampai 2 bulan). Segala toples kue
segera disimpan kembali setelah isinya cepat2 dibagikan sampai habis..bis..bis.
Segala koleksi kostum, hadiah, lagu2, properti Natal dimasukkan ke gudang sampai
11 bulan berikutnya.
Preparing for the season is exciting, but
parting from it is like saying goodbye to beloved family/friends/things. Waktu
kita melihat ke sekeliling rumah yang tampak kosong & sepi & datar, we
can’t help thinking : Wouldn’t it be great if Christmas could last forever?
Ì
 |
| One afternoon @SRKM |
Only
4 days left before the announcement of Presidential election’s result. Situasi
di tempat2 tertentu, terutama di kota2 besar makin memanas. Sementara kami yang
di kampung ini juga ikut2an “memanas”. Memanas karena gelora Piala Dunia,
memanas karena matahari bersinar terikkk sekali, dan memanas karena makan
durian (hampir) setiap hari =)) Another summer in equator.
Petang
ini indah sekali. Di hamparan langit biru, matahari sudah mulai turun di ufuk
barat, angin sore berhembus membuat udara tidak sepanas tengah hari. Reminds me
of a summer 6 yrs ago. My first summer in Borneo. Sayang waktu itu blm punya wordpress/blogger.
Aku cuma bikin newsletter model buletin to celebrate my first summer here ^^ (I’ll
show u guys some other time).