JUNI 2009 ~ MASA POST CUTI
Cuti yang cuma 2,5 mg (dipotong ATLS 3 hari tinggal 2 mg) cepat sekali menguap..uap..uap. Klo ngikutin maksud hati mah, pastinya pengen stay longer di rumah.
Tapi ada perasaan yang mengganjal di hati, ketika yang dikerjakan tiap hari hanya bangun siang, makan, nonton, jalan2, makan lagi, bobo. Asa teu produktif dan ketika tidak produktif, asa cuma nyesek-nyesekin bumi.
Memang ada bahaya mengintip di balik rasa tersebut. Jangan sampe kita mendasarkan nilai diri kita pada seberapa penting gawean kita, ato seberapa bermaknanya kita ketika disangkutkan dengan hajat hidup orang banyak. Karena sesungguhnya kita itu VERY VALUABLE. Seberapa berharga? Sama harganya dengan darah dan tubuh Tuhan Yesus yang mati buat kita di kayu salib.
Klise? Mungkin ada yang bilang gitu krn keseringan denger. Tapi sebenernya klo mo direnungin lagi, fakta itu ga pernah klise. Kisah tentang “The supreme God mo mati dgn cara yang paling hina demi makhluk dari debu tanah” adalah fakta yang tak pernah bisa jadi klise. Bahkan itulah yang mendasari kehidupan baru kita sekarang sebagai orang percaya. Kita tahu pasti nilai diri kita sebenarnya. Kita tidak perlu lagi mencari-cari kedudukan yang lebih tinggi, kekayaan yang lebih banyak, salon yang lebih ampuh (untuk mempermuda wajah), spa yang lebih manjur (untuk meremajakan kulit), atau outfit yang paling gres dari Milan. All of that can’t define who we really are.
Only Jesus Christ can define the real ‘us’. He knows our value for sure, cause He already paid us with His own life.
Tapi, jangan mentang2 udah dibayar lunas, terus hidup ongkang2 kaki. Karena kita diciptakan untuk suatu tujuan tertentu dan tujuan2 Allah bagi hidup kita itulah yang harus kita kerjakan setelah memperoleh keselamatan.
Waktu balik ke Serukam, g langsung disambut hecticity tiada tara. Hr Senen yang hiruk pikuk, disambung Selasa (I was on-call) yang “can hardly breathe” mulai jam 8 pg-12 mlm (g br plg mandi jm 12 mlm itu!), Rabu yang juga “fish market-like” – tapi ada penghiburan krn makan2 besar (hehehehe…..). The weird thing is I’m really3 exhausted, but...I can’t deny the pleasure that comes from all of that hectic world (& I’m grateful too that God still entrusted us w/so many pxs).
Hanya saja yang terasa berat adalah kenyataan bahwa dalam 1 minggu itu I will lose 4 of my good friends. First is MO, a good senior, very Sanguin, a talented singer (& MC), a skilled surgeonoid (surgeon-wannabe). Pokoke klo ada dia tuh seru! Pasti ada yang aneh, rame, & asyik (sangunin typical lah). Dan dia coffee greatest fans juga, sama kayak K’Don dan SW yang sangat menggemari pure-black coffee (g tidak mengingkari bhw g jadi lebih doyan kopi karena mereka ;D hehe). Second & third are R & R, the young couple. This past year, they have become good friends of mine. RM – the doc – always comes up with new medical news. Dia rajiiiiin bgt baca & has a great curiosity over s’thing (t.u rheumatoid thingy) & cara dia membagikan pengetahuannya pd kami tuh kaga terkesan menggurui. Dia juga baeeeeeek bgt & hampir selalu riang gembira (typical San-Phleg). Sementara istrinya, RH asyik diajak ngobrol. G merasa kami cukup nyambung & bisa ngaler ngidul mulai dari issue serius sampe banyolan2 ga jelas. Rumah mrk tuh kayak escape-hatch when the going gets tough or boring. Juga selalu tersedia snack2 yang ga abis2 (ktnya sih selalu byk yg ngasih hehehe). Last, my housemate, ES. The singer – bahkan waktu kami ngobrol pun, dia bisa menemukan theme song yg tepat untuk obrolan kami hahahaha (mostly Indonesian songs). Berat juga ditinggal pergi dia. Biasanya dia yang jadi temen curhat di rumah. She’s a good listener (& memang selalu dijadiin tempat curhat temen2nya). Terus dia suka punya different point of view yg makin menambah wawasan g ttg sesuatu. ES pulang dulu krn ada urusan keluarga yg very urgent, yg udah ga bs ditunda lg untuk ditangani. Dia sendiri sih maunya balik lg kesini, tp entah deh gmn jadinya. Entah balik lg/entah ga.
Berat ternyata kehilangan 4 orang, setelah sebelumnya kami ditinggal SW & AD. SW tuh salah satu good senior juga. A very talented doctor, medically & non medically. Kutu buku, selera pelemnya agak nyentrik (biasanya g ga suka film2 dia – too depressive hahahaha), suka byk wejangannya, Sailor Moon-type (savior of the day). Kami baru belakangan agak deket, menjelang dia mo pergi. Sementara AD, dia tuh ngocol abis. Cowok yang dandy bgt katanya waktu dateng. Pake kalung emas cling..cling segala. Dia tuh asyik diajak ngobrol. Kami bisa ngobrol macem2 hal yang ringan & menyenangkan sampe ngomongin tingkah polah orang yg suka aneh2. Ga usah susah2 cari2 topik obrolan ;D
And they all gone. Mostly have finished their lives here and continuing their journey out there…. Suka rasa sepi pas lagi nyantei, inget2 jokes mereka. Ato lagi pengen konsul, tp orang2 yg biasa bs ditanya udah ‘gone with the wind’. Ato pas liat lapangan bultang, biasanya AD lagi maen disitu – ga ujan, ga panas, abis jaga pun tetep maen. Ato airplane runway deket gereja – tempat g, K’Don, dan SW sempet lari pagi bareng dalam acara “runwithSW dot com” hehehe….
Begitu banyak kenangan & mostly the good ones ;D
JUNI 2009 ~ MASA PARA TAMU BERDATANGAN
Wow. Ini sudah setahun sejak my first summer in Borneo. Dulu ketika g masih orientasi, disuru ngurusin Eye Team, ketemu para cewek2 nursing students dari Amrik itu, dan mengikuti petualangan tak terlupakan….
Sejauh ini yang ada di Serukam adalah dr. SoA (opthalmologist yg thn lalu dtg tea) with his whole family, Mrs. C & 3 children, Inggrid (fair&tall like her mom), Joshua (he’ll be a handsome guy someday), & Ethan (veryveryvery cute boy! Especially his chubby cheeks). Mereka udah disini sejak Maret ’09. Kemudian ada drg.Tim Clavin & dr.Janice Aldinger (neurologist from Mayo Clinic) & their daughter Emma (she’s a beauty too, big eyes-dark hair-mini Julia Roberts look alike??). Mereka dan keluarga dr.SoA saling kenal karena 1 gereja di Amrik sono. Kemudian (seakan belum cukup haha) pastor mereka juga dateng ke Serukam! Pastor itulah yg menikahkan Tim & Janice dan membaptis Emma. John Zarte dan istrinya Carla (lab technician) sekalian dateng untuk ikut konferensi GPIBI (perkumpulan gereja Baptis).
Tapi belum apa2, the Zartes udah dapet ujian. Entah bagaimana, luggage mereka ketinggalan sehingga mrk dtg cuma dgn tas yg mrk bw di kabin (nah lho). Sampe2 susah cari baju, celana, sepatu karena John paanjaaaang & tinggiiiii. Cukup deg2an juga karena semua bahan John untuk konferensi juga ada di luggage tsb. Syukurlah setelah nyaris seminggu, luggage mereka berhasil bergabung kembali dengan pemiliknya.
Ada 2 tamu lagi, yaitu nursing students thn ke-3 dari Bethel University, tmp Peter & Kristen Geary kuliah, Minnesota. Lagi-lagi orang Minnesota – sampe2 waktu farewell the Clavins, Opa bilang itu hari bersejarah karena lebih banyak orang Minnesota-nya daripada orang Indonnya hehe. Yang tinggi besar (reminding me of Carrie “Tinggi” Spowart)(tp ini bukan cuma tinggi, gempal jg) namanya Rachel Matz, sementara temennya yang tidak tinggi (even shorter than me)(berat jg kyknya jd orang pendek di Amrik) namanya Katrina Anderson (lagi-lagi Anderson – bahkan konon di gerejanya Katrina, ada 4 keluarga bernama belakang Anderson padahal they don’t related at all). Mereka memang temenan lama. Lucunya, mereka suka seragaman pake baju ke RS. Ckckck…formal betul…compare to the last year’s girls – tp ngakunya sih itu ga janjian.
Berbeda dengan thn lalu, I don’t really interact with them. Hanya ketemu dan saling menyapa sekilas2. Dengan dr.Janice, g sering konsul. Tapi dari 4 pxs yg g konsul, 2 murni syaraf, tapi 2 lagi malah suspek psikiatri (maaf dok…). Terus g sempet translate-in wkt dia & hubby-nya kesaksian di kapel. Wah, drg. Tim itu romantic abis! He proclaimed his love for his wife & child (their only child) in front of everyone at chapel ;D And actually he’s warm & funny. Sayang ga sempet mengenal dia lebih jauh. Dia sibuk di per-gigi-an bareng HC dan SK. Oya, ada fenomena yang g perhatiin, bahwa Tuhan kita adl Allah yang senantiasa menyediakan (a providence God). Sebelum Tim & Janice dateng, sempet ada kekhawatiran bakal kurang px gigi & syaraf. Tapi pada hari H-nya, banyak px kok buat mereka, baik yang bener2 dateng dari luar, maupun insider yang check-up. Ga kurang kerjaan kok mereka selama disini ;D Dan fenomena seperti itu juga terjadi saat spesialis2 lain berkunjung ke Serukam. Ga kan kurang pxs. Somehow, kunjungan mereka pasti bermakna.
Yang lebih dimanfaatin lagi dgn maksimal kehadirannya adalah the Zartes. Dari 10 hari kunjungan mereka ke Serukam, setiap hari Carla Zarte “mengurung” diri di lab bareng SA ngurusin lab & tetek bengeknya; sementara John Zarte khotbah 3x di kapel, 3 hari berturut-turut bawain seminar u/ hamba Tuhan, dan 2x khotbah hari Minggu (ditemani the most loyal interpreter, Ms.DP – way the go, Ka Don!). Namun harus diakui bahwa John got a talent of preaching the difficult part of Bible in a simple & practical way. It showed in his 3 chapel’s sermons yang bersambung. Topiknya tentang “Spending the DAY with God”.
I’m gonna share it with u today. Maap bahasanya capcai & hamcoi – Banglish – Bahasa Indon & English. Untuk kali ini, yang edisi 'morning' doang. Next time, yang 'noon' & 'night'.
[[to be continued...]]
Post a Comment
What do you think? ^^