DEC 2013
My Christmas JourneyDecember.
My
fave month of all time.
Seperti
tahun2 sebelumnya, tiap kali memasuki bulan Desember, I always have several
projects in mind. Some of them come true, but some of them just vanished krn
tidak sempat di-follow up. Makanya begitu bulan ini dimulai, harus mendisiplin
diri untuk mulai mengerjakan proyek yg sudah dibayangkan sebelumnya wkwkwk...
Klo ga keburu lewat =)) (seperti proyek bulan November yg sudah ada dalam
pikiran namun belum sempat terealisasi dari dulu hehehehe)
Seperti
yg udah aku share di posting akhir thn 2012, thn lalu aku dapet hadiah buku “In
Search of...The Real Spirit of Christmas” (Dan Schaeffer, 2003, Discovery
Publishing House). Bagus banget ni buku untuk
membantuku mempersiapkan diri & hati menyambut Natal, dan juga untuk
memikirkan “what’s next after Christmas”. Sayangnya waktu itu bukunya nyampe di
tengah2 (hecticity) Desember. Jadi rasanya belum “puas” dinikmati, diresapi,
dan dilakukan. I’m hoping to maximize its use this year ^^ Lebih dari itu, aku jadi
menyadari pentingnya masa Advent yang dirayakan selama 4 minggu sebelum Natal
tiba (sama pentingnya seperti masa Lent / Tujuh Minggu Sengsara sebelum Jumat
Agung dan Paskah). Masa persiapan yang ada dalam kalender gerejawi ini
seharusnya bisa menjadi lebih dari sekedar rutinitas belaka.
So,
let me share a few things about Advent I read recently.
Kata
Advent berasal dari bhs Latin “Adventus” = “kedatangan”
Walaupun
sering diartikan sebagai penantian akan kelahiran bayi Yesus, kata Advent
mengandung triple meaning :
- Makna pertama adalah peringatan akan kedatangan Kristus di dalam sejarah, yg lahir sebagai bayi di Bethlehem. Ini penting, tp bukanlah yang utama. Adalah lebih penting mengingat “siapa Yesus Kristus bagi kita secara pribadi” daripada hanya “Yesus sudah lahir di dunia”.
- Makna kedua adalah kehadiran Allah di tengah umat-Nya (Immanuel). Kedatangan tsb membuat Kristus hadir dalam hidup kita hari ini, menghidupkan dalam kekekalan, selamanya beserta kita. Ini membawa kita pada kesadaran akan kehadiran Allah dalam kehidupan dan membawa pada kerinduan untuk selalu menantikan saat2 bersama Allah.
- Makna ketiga mengarahkan pada kedatangan Kristus yang kedua kali kelak (Maranatha). Advent adalah masa untuk kembali mawas diri dan menata ulang kehidupan agar tidak terhanyut dalam kesibukan dan rutinitas. Advent adalah suatu peringatan bahwa satu hari kelak, cepat atau lambat, semua orang akan berdiri di hadapan Kristus yang menghakimi dan menuntut pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban yang diminta adl ttg penggunaan waktu dan semua kesempatan dlm hidup yg telah dianugerahkan Allah kepada umat-Nya.
Dalam
penantian akan kedatangan Tuhan, Advent seringkali menggunakan warna ungu sbg
simbol kerendahhatian dan pertobatan. Tetapi masa Advent juga mengarahkan kita
pada sukacita. Sukacita bukan karena memiliki sesuatu, melainkan karena Allah
hadir di dalam kedatangan Kristus. Dan sukacita itu juga dimulai dengan
kesadaran betapa malangnya kehidupan tanpa kehadiran Kristus. Dengan menyadari
kesia2an hidup dalam dosa, maka kehidupan yang memiliki Kristus (yang berada
dalam sukacita dan kepastian hidup kekal) membawa kita untuk merayakan Natal
sebagai sebuah sukacita besar bagi dunia karena ada pengharapan yg kekal dan
sejati dalam Yesus Kristus.
Advent
Mgg I (lilin ungu) : memperingati undangan dlm Perjanjian
Lama ttg kedatangan Mesias / peringatan tentang sia2nya hidup diluar Kristus
(penuh derita & ketidakpastian)
Advent
Mgg II (lilin ungu) : mengingat seruan Yohanes Pembaptis
bagi semua orang agar bertobat / peringatan bahwa tnp pertobatan tidak ada
pengharapan, krn semua upaya mns untuk memperbaiki kehidupan dgn kekuatan sendiri
adl sia2.
Advent
Mgg III (lilin merah muda) : minggu sukacita –
peringatan akan sukacita atas kehadiran Kristus / Allah memberikan pengharapan
ditgh kefrustasian mns dalam ketidakmampuannya, bahwa Mesias akan diberikan
untuk membebaskan mns dr dosa. Seringkali nyanyian Maria juga diapaki sbg inti
perenungan.
Advent
Mgg IV (lilin ungu) : peringatan bhw ketika rasa ragu
menyerang dan banyak hal serasa tak dapat dipahami, iman yang tetap terarah
pada Allah adl kunci yg penting à pergumulan iman Yusuf,
Maria, Elisabeth menjadi sorotan. Ada juga yg memperingati bhw Allah bukan
hanya memberi pengharapan melalui janji, tetapi juga berkarya mewujudnyatakan
janji-Nya.
Puncak
mgg Advent adalah perayaan Natal tgl 25 Desember dengan menyalakan lilin putih
sbg simbol Kristus, Sang Terang Dunia yang hadir di tengah dunia.
Jadi
masa Advent memiliki makna “memandang ke belakang” pada
kehadiran Kristus, Sang Putra ke dalam dunia; “memandang pada masa kini”
pada kehadiran Allah yang menyertai; dan “memandang ke depan” saat Kristus
datang kedua kalinya dengan segala kemuliaan sebagai Raja dan Hakim.
Tanpa
Advent, dunia tetap dininabobokan dengan pertunjukan dan hiburan, kesenangan
dan pesta pora. Akibatnya tidak ada kesadaran bahwa hidup diluar Kristus sudah
di ambang kehancuran dan akhirnya adalah kebinasaan yang kekal.
Nah,
setelah kita diingatkan kembali ttg makna Advent, tentunya kita harus ikut
bersiap-siap. Persiapan yang terpenting bukanlah sekedar lahiriah, tetapi
persiapan hati.
Beberapa
hal yang dapat kita lakukan :
- First, meditate on the fact that we need a Savior. Christmas is an indictment before it becomes a delight. It will not have its intended effect until we feel desperately the need for a Savior. Let these short Advent meditations help awaken in you a bittersweet sense of need for the Savior. Fokuslah pada “siapa Yesus Kristus bagi kita secara pribadi”.
- Second, engage in sober self-examination. “Search me, O God, and know my heart! Try me and know my thoughts! And see if there be any wicked way in me, and lead me in the way everlasting!” Let every heart prepare him room . . . by cleaning house. Jika “rumah-hati” tidak dibersihkan, maka hal2 yang benar dan baik tidak bisa masuk. Pertobatan yang sejati mengawali hubungan yang dipulihkan dengan Allah.
- Third, build God-centered anticipation and expectancy and excitement into your home. If we can only make Christmas exciting with material things, how will we get a thirst for God? Jangan terpaku hanya pada dekorasi Natal, tapi ingatkan juga anggota keluarga kita di rumah untuk mempersiapkan hati slm masa Advent ini. Misalnya dengan berdoa bersama, atau persekutuan keluarga bersama sambil membahas ttg Natal.
- Fourth, be much in the Scriptures, and memorize the great passages! “Is not my word like fire, says the Lord!” Gather ‘round that fire this Advent season. It is warm. It is sparkling with colors of grace. It is healing for a thousand hurts. It is light for dark nights. Satu2nya cara untuk tetap terfokus pada Tuhan selama masa Advent ini adalah dengan membaca dan merenungkan Firman-Nya dengan sungguh2 supaya kebenaran firman tsb memenuhi dan mengubahkan hati kita.
Last
but not least, ingatlah bahwa hati yang siap dan terbuka akan menyadari
keberadaan dirinya di hadapan Allah, dan dapat melihat serta merasakan betapa
Allah dgn karya-Nya melalui kedatangan Kristus itu sangat berharga, lebih dari
segala sesuatu yang ada di dunia.
Let’s
start our Advent journey! =))
Sources :
· @ “Adven sbg peringatan akan suatu
peristiwa besar” oleh Johannes Lie – Santapan Harian Ed.06/XLIV Nov-Des 2013
· @ “Good News of Great Joy” by John Piper –
25-days Advent Devotional for Android apps Youversion
Post a Comment
What do you think? ^^