Follow Me! (Part Two)


FOLLOW ME!
(Mentor & Disciple, Part Two)
Click here if u haven’t read Part One

“Ini meja untuk menulis pesanan,” katanya sambil menunjuk meja di dekat kaca yang membatasi poliklinik dengan dunia luar. “Ada beberapa formulir lab. Coba deh km liat dulu. Ntar yang ga ngerti tanya.”
Aku mengambil salah satu formulir disitu.
“BS, FBS kak?”
“Blood Sugar. Fasting Blood Sugar. Disini sebagian masih pk istilah Barat. Nanti belajar juga cara nulis resep ya. Beda sama yang Latin punya. Udah pernah liat kan?”
Aku ngangguk2. Pernah liat sih waktu 3rd MMC kemaren. Tapi gak berarti sudah hafal!! ^^’’’
“Trus ini map buat surat2,” dia bergerak ke tumpukan map2 di meja panjang dekat kaca IGD. “Ada surat rujukan spesialis, surat keterangan berobat, lembar tindakan Askes, lembar rujukan intern Askes, lembar transfusi darah Akses, formulir permintaan darah ke PMI, formulir rujukan spesialis yg bhs.Inggris, dan…..”
Dia masih terus nyerocos ttg berbagai bentuk formulir dan lembaran yang diciptakan untuk diisi oleh tenaga kesehatan (baca : dokter, kdg2 perawat) kemudian bergerak untuk memperkenalkan kamar periksa dan alur periksa pasien di rawat jalan…..
It was only a glimpse of my orientation days in Serukam back then ;D 
##

Follow Me! (Part One)


FOLLOW ME!
(Mentor & Disciple, Part One)


One sunny morning, more than 20 years behind….
“Ini gunung,” katanya sambil menggambar puncak segitiga yang pertama. “Dan satu lagi,” sambil menggambar puncak segitiga yang kedua. “Lalu kita tambahkan matahari” – gambar setengah lingkaran diantara kedua segitiga, lengkap dgn sunrays-nya. “Nah, setelah itu, kita gambar the loooong winding road. Jangan lupa untuk menambahkan sawah di kiri-kanan jalan” – lengkap dengan “paku-paku” padi kehijauannya. Kemudian ia menggambar 3 gumpalan awan tersebar di atas gunung dan burung-burung. Angka 3 posisi tidur mengapung di atas gunung, selang seling dengan gumpalan2 awan tadi.
“Jadi deh!” serunya senang sambil memamerkan hasilnya.
“Waaaa…..,” aku terkagum-kagum. Ini pelajaran menggambar pertama bersama Omaku, waktu baru masuk TK.

##

WALKING THE WHITE PROMISE


Saturday, Nov 27th, 2010 – Batavia

She’s wearing a white long dress, which is a dream of many girls since their childhood. Her head is covered. Berjalan dengan anggun ditemani sang ayah, perlahan-lahan menyusuri deretan bangku gereja yang sudah dihias. Jemaat yang berdiri memandangi dengan kagum dan haru, sekaligus gembira. Di ujung depan sana, menanti sang pria, juga dengan setelan putih. He looked awesome too. 

A TRIBUTE TO FRIENDSHIP


I never think of myself as an “enthusiastic & widely acclaimed people person”
Seorang teman berkata bahwa dirinya sulit dekat dengan orang lain. Dan seperti itu juga yang kurasakan.
Ga gampang deket sm org. Ga gampang membuka diri dgn org lain. Merasa kesulitan klo bertemu org baru. Klo sekedar kenalan sih banyak (tapi kalah banyak dibanding org2 Extrovert & Sanguin). Tapi ga banyak yg bener2 jd temen main. Temen mainku cm segelintir org (not more than 10), tp biasanya bertahan u/ periode yg pjg. Mis.tmn2 SD-ku bertahan smp sktr 10thn-an. Tmn2 SMP-ku diboyong ke SMA (krn kami sekola di tmp yg sm u/ 6 thn, tinggal naik lantai saja) & survive smp skrg. Trus tmn2 kuliah yah bertahan sktr 10thn-an juga, smp skrg. Tapi ga bnyk, dan org2nya itu2 aja. Jarang mengalami pelebaran. Aku ga bs manage terlalu byk temen. Buatku sih jumlahnya ga penting, sedikit juga udah cukup, asal kualitas hubungannya bisa terpelihara dgn baik.
Cause it takes time & effort & heart to nurture a relationship.

Dan dari sekian banyak temen maen itu, there are 2 women I consider best friends. Yg satu sejak SMP, yg satu sejak kuliah. Di depan mrk, I can really be myself. Bs ngeluarin uneg2, bs lepas & bebas, merasa sgt comfort u/ cerita apapun & sepanjang apapun (minimal berjam-jam). Kepada 2 org inilah, I put my loyalties & commitments.

abcs