JANUARI 2012
“Jungle” All The Way
I was born & raised in the city.
So practically, I’ve never seen an actual jungle in my
childhood.
Except in the TV series “Tarzan” by Edgar Rice Burroughs (the
Tarzan master). Lelaki setengah berpakaian yang mengayunkan dirinya dari pohon
ke pohon, di tengah hutan, bersama hewan2 dan tentu saja…cewek.
Lalu perjalanan wisata ke Kebun Raya Bogor. Banyak pepohonan
tinggi besar disana yang menghasilkan suasana rindang. Anggaplah suatu bentuk
percontohan dari hutan.
Kmdn waktu SMP, muncul plesetan dari Tarzan yang mulai
memperkenalkan Brendan Fraser ke dunia perfilman Hollywood - “George of the
Jungle”. Lagi-lagi slapstick di tengah pepohonan yg lmyn rindang yg mrk sebut
hutan.
Makanya terkagum-kagum bgt di FK wkt ada video ttg rumah
sakit di tengah hutan. Kali ini hutan beneran, di pulau beneran, yaitu
Kalimantan. Wow, kebayangnya..…wild bgt! Hutan Borneo gitu lho! (how naïve I
was).
Dan akhirnya benar2 merasakan ‘the real taste of a jungle’!
(even though it’s not really jungle anymore – yg kesannya wild bgt – tp uda lbh
merupakan forest & what’s left of it).
Inget bgt rasanya naik Cessna dan melihat hamparan ‘blumkol’
di bawah. I was impressed! The real jungle out there. Pepohonan tropis yang
rapat2 (macam blumkol), menjulang tinggi, dan tumbuh subur, yang terancam
dibotakin disana-sini oleh manusia.
![]() |
| Sempatung waterfall, West Borneo @courtesy of TM |
![]() |
| BMH, West Borneo @courtesy of Serukamers |
And then, after 3 years, back to the city.
Dimana langit biru termasuk agak langka (biasanya biru pucat
keabuan, atau abu2 gelap, atau abu2 putih, atau langit biru cerah garis2 item –
ada kabel listrik dimana-mana hehe).
Dimana pohon2 terlokalisasi di tepi jalan (pohon2 muda dgn
lingkaran konsentris seuprit) atau di taman kota (tmp yg rawan bg commoners,
namun surga bg homeless people).
Dimana-mana tak kelihatan ada ‘jungle’ seperti di Borneo
dulu.
Or, so I thought.

