JUNE
2013
Summer
Around The World
This
summer I get the chance to ‘travel’ all around the world (well, not “all”, just
a wee part of it). France, Hollywood, Germany, and South Korea ;D
 |
WEST
JAVA TOURISM MAP Source
: www.tourism-mpu.com
|
THE PREPARATION
Semuanya
berawal dari WA message bln Maret lalu.
Seorang
teman dr Sing, RK, bilang dia mo liburan ke Jkt pada bulan Mei. Ia akan
mengunjungi temennya, org Indo yg sekola dan gawe di Sing. Mumpung ke Jkt,
sekalian mampir ke Bdg. Awalnya dia blg cm mau “pop by and say hi to u or
lunch/dinner together” – kedengaran sangat simple bukan? ^^ Tapi waktu akhirnya
dia menetapkan tgl kedatangan di bln April, dia bilang dia akan datang bersama
3 temannya (temen2 cell groupnya). Tiba2 aja ada banyak PR yg harus dikerjakan
: rekomendasiin hotel, bikin usulan travel plan, mikirin transportasi, tmsk search
tempat2 makan yg kira2nya gak bikin mencret (ingat, perut orang Indo adalah
salah satu yg most resilient, tp perut orang Sing tidak demikian hehehehe)
*mengingat-ingat para turis Asia yg masuk RS karena muntah dan mencret di
Bandung.
Ingatan tentang kapan pertama kali
nonton film tidak jelas kuingat. I don’t really remember. But it must be from
the old JVC TV in my house. Samar-samar saja ada beberapa kilasan gambar film
kartun ttg rusa dan gajah. Kata ortuku waktu balita aku nangis bombay gara2
nonton Bambi, anak rusa yg keilangan induknya (iya gitu?? gak inget
tuh...*denial * emang beneran gak inget deng). Klo Dumbo sih sedikit lbh inget.
Klo gak salah itu juga sedih dan ada adegan keilangan induk juga deh.... Tapi
selalu ada kali pertama untuk segala sesuatu. Itulah awalnya aku menjadi “movie
enthusiast” ;D
Di Indo, stasiun TV yg pertama kali
muncul tentulah TVRI (tahun 1962). Karena cuma 1, jelas ga da pilihan. Dulu waktu
aku TK, TVRI baru mulai tayang jm 16.30 setelah jam bobok siang, jadi aja ga da
alesan untuk tidak tidur siang (oh, how I hate taking a nap back then, and how
I love it now! Hehe). Program TV yg kuingat cm si Unyil (film nasional anak
Indonesia zmn baheula), si Isaura (telenovela
ttg perbudakan), dan si Oshin (film kebangsaan ibu2 jadul). Aarrghh,
Isaura dan Oshin terlalu mellow buat anak kecil – hidup susah miskin, mertua
jahat, bunuh diri, perbudakan – tapi wanita2 dws dirmh g wkt itu demen bgt ntn
itu semua (pk acara nangis bombay segala tiap kali Oshin menderita). Aku mah
gak ngarti (masih terlalu kecil).